JAKARTA, paradapos.com - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan sikap toleransi dan kepeduliannya terhadap perayaan Natal di Manado, Sulawesi Utara.
Dalam agenda kampanyenya, Gibran menghadiri acara Natal dan memberikan dukungan pada perayaan tersebut sebelum kembali bertolak ke Solo.
Dengan mengenakan kemeja biru muda, Gibran disambut dengan tarian adat saat tiba di Manado.
Acara Natal yang diselenggarakan di daerah tersebut menjadi momen penting bagi Gibran untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Menurut siaran Youtube Live tvOneNews, Gibran tiba di Bandara Sam Ratu Langi bersama istrinya, Selvi Ananda, serta Juru Bicara Emil Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin.
Kehadiran mereka menciptakan atmosfer hangat dalam perayaan Natal di Manado.
Kunjungan Gibran di Manado tidak hanya sebatas kampanye, tetapi juga melibatkan perayaan Natal Partai Golkar Sulawesi Utara bersama Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara.
Siaran Live di Youtube menarik perhatian netizen, yang memberikan beragam komentar.
Ada yang menganggap kehadiran Gibran sebagai langkah untuk membangun toleransi antarumat beragama.
Sebaliknya, ada pula yang menilai bahwa ini hanya upaya politisasi momen Natal untuk meraih simpati dan dukungan umat Kristiani.
Salah satu netizen menyoroti positif, "Gibran menghadiri perayaan Natal sebagai upaya membangun toleransi umat beragama."
Namun, ada juga suara skeptis, "Jangan menggunakan momen Natal untuk meraih simpati dan suara umat Kristiani dalam pilpres/pileg."
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Gibran dalam kampanye bertepatan dengan perayaan Natal mendapat apresiasi dari beberapa warganet.
"Salut kepada Gibran ikut natalan bersama di Manado," tulis salah satu komentar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
Hasto Kritisi Pasal 33 UUD 1945: Kekayaan Alam Papua dan Aceh Tak Sebanding dengan Tingkat Kemiskinan Rakyat
Hasto Kristiyanto Kritik Demokrasi Sentralistik dan Sistem Hukum di Peringatan Hari Lahir Pancasila
Hasto Kristiyanto Sebut Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Jokowi
Megawati Berduka: Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, Sang Jenderal Tegas dan Negarawan Sejati