KPK Diduga Tak Berani Usut Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Ini Penyebabnya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak memiliki keberanian untuk mengusut dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Penyebabnya, pimpinan KPK saat ini diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menanggapi sikap KPK yang saling melempar tanggapan dengan mantan Menko Polhukam Mahfud MD terkait laporan yang masuk.
"KPK tidak punya keberanian untuk mengusut karena Ketua KPK saat ini diangkat oleh Jokowi," ujar Hari seperti dikutip dari laporan RMOL.
Lebih lanjut, Hari menyebutkan bahwa muncul anggapan pimpinan KPK yang diketuai oleh Setyo Budiyanto memiliki utang budi kepada Jokowi. "Sehingga berbagai macam alasan dibuat kelembagaan KPK untuk tidak mengusut kasus Whoosh," pungkasnya.
Fakta Investasi Proyek Kereta Cepat Whoosh
Diketahui, nilai investasi proyek KCJB Whoosh mencapai 7,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp116,54 triliun (asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS). Angka ini ternyata lebih besar dibandingkan proposal awal dari China, yang hanya menawarkan nilai investasi sebesar 6,07 miliar dolar AS atau sekitar Rp86,67 triliun (dengan kurs Rp14.280 per dolar AS).
Pendanaan proyek ini 75 persennya bersumber dari pinjaman China Development Bank. Sisa dananya berasal dari modal pemegang saham, yang meliputi PT KAI, PT Wijaya Karya, PT PTPN I, dan PT Jasa Marga.
Sumber Artikel Asli: https://rmol.id/amp/2025/10/26/684498/setyo-budiyanto-cs-dipilih-jokowi--kpk-tak-berani-senggol-whoosh-
Artikel Terkait
Kaesang Maju di Dapil Jateng V: Langkah Pembuktian Basis Jokowi dan Tantangan Langsung ke Puan Maharani
Survei SMRC dan Indikator: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Simulasi Pilpres 2029
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir