Mark Up Whoosh & Projo: Politisasi Isu untuk Serang Jokowi Terungkap!

- Senin, 27 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Mark Up Whoosh & Projo: Politisasi Isu untuk Serang Jokowi Terungkap!
Projo Bicara Mark Up Whoosh: Apapun Akan Dijadikan Isu untuk Serang Jokowi

Projo Bicara Soal Tudingan Mark Up Whoosh: Semua Isu Akan Dipakai untuk Serang Jokowi

Wakil Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa isu apapun, termasuk tudingan penggelembungan anggaran (mark up) kereta cepat Whoosh, akan digunakan untuk menyerang mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini menegaskan dinamika politik yang terus menyoroti figur Jokowi.

"Kalau konteksnya memang menyerang Pak Jokowi, isu apapun pasti dipakai. Apapun itu, mulai isu paling pribadi kita semua tahu lah," tegas Freddy di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. Menurutnya, dalam dunia politik, hal seperti ini merupakan sesuatu yang wajar dan akan terus terjadi.

Freddy meyakini bahwa segala hal, termasuk polemik pembangunan Kereta Cepat Whoosh, akan ditudingkan kepada Jokowi, terutama jika dinilai berkaitan dengan kinerja pemerintahan sebelumnya. "Jadi bukan hal yang aneh lah kalau dalam politik, itu memang pasti akan dilakukan terus," ucapnya.

Kapan Isu Serangan ke Jokowi Akan Berhenti?

Freddy Damanik dengan tegas menyatakan bahwa berbagai tudingan kepada Jokowi hanya akan berhenti ketika mantan presiden tersebut sudah tidak lagi aktif di dunia politik. "Kecuali beliau sudah tidak relevan lagi. Diam saja. Pasti isunya hilang. Itu udah akan seperti itu," jelasnya.

Whoosh Bukan Beban, Tapi Mimpi Besar Bangsa

Khusus menanggapi proyek Whoosh, Freddy menampik anggapan bahwa proyek ini merupakan beban. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa kereta cepat ini adalah bukti mimpi besar bangsa Indonesia yang terwujud. "Ya bisa diwujudkan tanpa membebani rakyat," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan restrukturisasi proyek tidak hanya soal penarikan mundur jangka waktu, tetapi juga mencakup aspek bunga, mata uang, dan tenor. Freddy menegaskan kembali bahwa Whoosh bukanlah proyek mercusuar Indonesia, melainkan "mercusuarnya dari proyek-proyek bangsa lain".

Sumber: konteks

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar