Budi Arie Setiadi Dituduh Bohong! Ini Fakta Klaim Lihat Ijazah Asli Jokowi Menurut Buni Yani

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 05:00 WIB
Budi Arie Setiadi Dituduh Bohong! Ini Fakta Klaim Lihat Ijazah Asli Jokowi Menurut Buni Yani
Budi Arie Setiadi Dituding Bohong Soal Ijazah Asli Jokowi - Analisis Terkini

Budi Arie Setiadi Dituduh Bohong ke Publik Soal Klaim Lihat Ijazah Asli Jokowi

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mendapat tuduhan serius dari peneliti media dan politik Buni Yani. Ia dituding telah membohongi publik terkait pengakuannya yang menyebut telah melihat langsung ijazah asli mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Buni Yani menyampaikan tuduhan ini melalui akun Facebook pribadinya pada Selasa, 28 Oktober 2025. Menurut analisanya, klaim Budi Arie tidak masuk akal.

Dua Kemungkinan Menurut Buni Yani

Buni Yani membeberkan dua kemungkinan yang ada. "Kan ijazah Jokowi sudah disita polisi. Kalau Budi Ari mengaku lihat ijazah 'asli' Jokowi, kemungkinannya ada dua, yaitu ijazah yang ditunjukkan Jokowi itu jelas palsu atau Budi Ari berbohong ke publik," tulisnya. Ia kemudian menambahkan komentar pedas, "Sudahlah (Jokowi) nyerah saja."

Latar Belakang Pemeriksaan Ijazah Jokowi

Kasus ini berawal ketika Jokowi menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu, 23 Juli 2025. Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Jokowi disebutkan menyerahkan ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk diperiksa oleh pihak berwajib.

Klaim Kontroversial Budi Arie Setiadi

Klaim Budi Arie muncul usai kunjungannya ke kediaman Jokowi di Solo pada Jumat, 24 Oktober 2025. Setelah pertemuan tersebut, Budi Arie mengungkapkan bahwa Jokowi telah menunjukkan ijazah aslinya secara langsung kepada para pengurus Projo. Pernyataan inilah yang kemudian memicu gelombang kontroversi dan tuduhan kebohongan dari Buni Yani.

Isu ijazah Jokowi kembali menjadi sorotan publik, memunculkan pertanyaan dan perdebatan dari berbagai pihak.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar