Purbaya Yudhi Sadewa Buka Kotak Pandora Kebobrokan Rezim Jokowi?
Kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai telah membuka kotak pandora yang mengungkap kebobrokan dalam pemerintah era Presiden Joko Widodo.
Menurut mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, gaya Purbaya yang netral justru mengungkap fakta-fakta yang selama ini tertutupi. Ia menyoroti kebobrokan dalam kebijakan kelebihan penarikan anggaran dan dana transfer ke daerah pada masa menteri keuangan sebelumnya.
Said Didu juga mengkritik keras periode kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan. Ia menuduh Sri Mulyani kerap melakukan monopoli kebenaran selama masa jabatannya.
Fakta Utang Indonesia Menurut Said Didu
Sebagai bukti, Said Didu memaparkan sejumlah capaian kebijakan Sri Mulyani yang kontroversial:
- Utang pemerintah naik dari Rp 8.000 triliun menjadi Rp 24.000 triliun
- Cicilan utang meningkat dari Rp 400 triliun menjadi Rp 1.600 triliun
- Bunga utang melonjak dari 2 persen menjadi 6-7 persen
Lebih lanjut, Said Didu menyanggah klaim resmi pemerintah tentang besaran utang hingga akhir 2024 sebesar Rp 10.269 triliun. Menurut perhitungannya, jika digabungkan seluruh komponen utang termasuk utang pemerintah, utang BUMN, utang pensiunan, dan utang tertunda, maka totalnya mencapai Rp 24.000 triliun.
"Inilah kotak pandora yang akhirnya terbuka berkat Purbaya," tegas Said Didu yang mengaku telah mengenal Purbaya Yudhi Sadewa sejak tahun 2008.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sebut Kritik Pengamat Ekonomi Sikap Sempit dan Tidak Patriotik
Menkeu Kritik Analisis Ekonomi di TikTok dan YouTube: Kita Nggak Perlu Takut
Refly Harun Duga Tekanan Ijazah Jadi Alasan Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice ke Jokowi
Said Didu Sindir Permintaan Maaf Penggugat Ijazah Jokowi dengan Perumpamaan Intan