Hubungan Prabowo dan Jokowi Retak? Ini Kata Pengamat dan Penyebabnya 2025

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:50 WIB
Hubungan Prabowo dan Jokowi Retak? Ini Kata Pengamat dan Penyebabnya 2025

Hubungan Prabowo dan Jokowi Retak? Analisis Terbaru 2025

Kondisi hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan sedang tidak baik-baik saja. Menurut analisis terbaru, dinamika politik kedua tokoh nasional ini menunjukkan tanda-tanda keretakan.

Status Hubungan Prabowo-Jokowi Menurut Pengamat

Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, menyatakan bahwa hubungan Prabowo dan Jokowi sudah mengalami keretakan. Pernyataan ini disampaikan melalui tayangan YouTube Abraham Samad pada Jumat, 31 Oktober 2025.

"Hubungan Prabowo dan Jokowi sudah retak, belum terbelah tapi sudah retak," jelas Ray Rangkuti dalam analisis politik terkini.

Indikator Keretakan: Kasus Dugaan Korupsi Whoosh

Salah satu indikator keretakan hubungan kedua tokoh ini adalah sikap Prabowo terhadap kasus dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh. Pengamat menilai Prabowo terkesan diam saat proyek ikonik pemerintahan Jokowi ini sedang diselidiki KPK.

"Whoosh ini dikulik-kulik soal dugaan korupsinya. Whoosh kan ikon Jokowi, kok diganggu. Apakah Prabowo membiarkannya? Ya kalau dia tidak melakukan apa-apa tentu karena dia membiarkannya. Sesederhana itu," papar Ray Rangkuti.

Prospek Hubungan Prabowo-Jokowi Ke Depan

Meski dikatakan retak, pengamat memprediksi hubungan kedua tokoh ini tidak akan benar-benar terbelah. Pertimbangan politik menjadi faktor utama yang diperkirakan akan menjaga hubungan mereka tetap terjaga.

"Saya kira enggak sampai terbelah karena Prabowo tetap membutuhkan sayap Jokowi karena bagaimanapun mungkin tetap tersedia orang-orang yang mendukung Jokowi. Itu dibutuhkan secara politik oleh Prabowo sehingga hubungannya diretakkan saja, tapi tidak dibelah," pungkas Ray Rangkuti.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar