Laba Bersih KEJU (Mulia Boga Raya) Tembus Rp147,87 Miliar di Kuartal III 2025, Naik 30,3%
PT Mulia Boga Raya Tbk, emiten produsen keju dengan kode saham KEJU, kembali menunjukkan kinerja keuangan yang gemilang. Hingga akhir kuartal III tahun 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp147,87 miliar. Angka ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 30,3% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp113,52 miliar.
Laba per Saham KEJU Ikut Meningkat
Seiring dengan kenaikan laba bersih, kinerja per saham KEJU juga menguat. Laba per saham dasar (EPS) perusahaan tercatat sebesar Rp26,29 per saham. Nilai ini meningkat dari posisi sebelumnya di kuartal III 2024 yang berada di level Rp20,19 per lembar saham.
Pendapatan Penjualan Tembus Rp1,08 Triliun
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh performa penjualan yang solid. Penjualan bersih KEJU hingga September 2025 mencapai Rp1,08 triliun, tumbuh 15,9% yoy dari sebelumnya Rp939,19 miliar. Kenaikan pendapatan ini secara langsung mengerek laba bruto perusahaan menjadi Rp336,54 miliar.
Segmen Keju Blok Jadi Kontributor Utama
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis, kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen keju blok. Diikuti secara signifikan oleh penjualan keju lembaran yang bernilai Rp215,13 miliar.
Analisis Beban dan Laba Sebelum Pajak
Di sisi lain, beban pokok penjualan KEJU tercatat sebesar Rp752,23 miliar. Beban ini membengkak bersama dengan kenaikan beban penjualan serta beban umum dan administrasi. Namun, setelah memperhitungkan seluruh pendapatan dan beban lainnya, laba sebelum pajak KEJU tetap tercatat kuat di Rp186,83 miliar, yang juga tumbuh 30,3% yoy.
Kondisi Neraca dan Arus Kas KEJU
Dari sisi neraca, total aset KEJU naik 17,5% year-to-date (ytd) menjadi Rp1,14 triliun per akhir September 2025. Sementara itu, liabilitas juga bertambah 41,2% ytd menjadi Rp330,79 miliar. Pos ekuitas pemegang saham mengalami peningkatan menjadi Rp813,97 miliar.
Yang menggembirakan, kas dan setara kas perusahaan pada akhir periode dilaporkan naik menjadi Rp310,88 miliar. Kesehatan operasi KEJU juga terlihat dari arus kas operasi yang positif sebesar Rp224,16 miliar. Arus kas investasi negatif sebesar Rp128,22 miliar, sedangkan arus kas pendanaan minus Rp73,12 miliar setelah perusahaan melakukan pembagian dividen tunai.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat