Diskon Listrik 50% Berakhir 30 Oktober 2025: Syarat & Rincian
Pelanggan listrik masih bisa mendapatkan potongan harga 50% untuk biaya tambah daya hingga 30 Oktober 2025. Program diskon listrik ini merupakan bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menghemat biaya pengajuan penambahan daya.
Syarat Diskon Tambah Daya Listrik 50%
Program diskon ini berlaku untuk seluruh pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif, dengan ketentuan daya awal antara 450 VA hingga 5.500 VA yang ingin meningkatkan daya hingga 7.700 VA. Syarat penting lainnya adalah pelanggan harus sudah aktif sebelum tanggal 1 Oktober 2025.
Rincian dan Contoh Perhitungan Diskon
Dengan diskon ini, masyarakat dapat menghemat biaya penyambungan hingga setengah dari harga normal. Sebagai contoh konkret, pelanggan dengan daya 450 VA yang ingin meningkatkan ke 7.700 VA hanya perlu membayar Rp3,5 juta dari harga normal sebesar Rp7 juta.
Bonus Tambahan E-Voucher Listrik
Tidak hanya diskon 50%, 50.000 pelanggan pertama yang melakukan tambah daya juga berkesempatan mendapatkan e-voucher listrik senilai Rp80.000. Setiap akun PLN Mobile dapat menerima maksimal empat e-voucher tambah daya dan empat paket e-voucher listrik yang berlaku hingga Februari 2026.
Kemudahan Proses Digital melalui PLN Mobile
Menurut Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, program ini sejalan dengan semangat transisi energi dan peningkatan kualitas layanan pelanggan. "Dengan kemudahan proses digitalisasi melalui PLN Mobile, pelanggan kini dapat melakukan seluruh tahapan pengajuan tambah daya, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, tanpa harus datang ke kantor layanan," jelas Andy.
Andy menambahkan bahwa petugas PLN akan segera memproses pengajuan setelah pembayaran diverifikasi, memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan yang ingin melakukan tambah daya langsung dari ponsel mereka.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat