Wall Street Menguat: Investor Antisipasi Pemotongan Suku Bunga The Fed dan Perkembangan Perdagangan AS-China
Indeks saham utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. Penguatan ini didorong oleh antisipasi pasar terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan.
Performa Indeks Saham AS
Pada sesi pembukaan, Dow Jones Industrial Average tercatat naik 345 poin (0,7 persen). Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 14 poin (0,2 persen), dan Nasdaq Composite bertambah 145 poin (0,6 persen).
Faktor Pendorong: Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed
Federal Reserve memulai rapat kebijakan moneter dua hari yang dijadwalkan. Hasil rapat ini, yang akan diumumkan pada Rabu (29/10/2025), diprediksi akan menghasilkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi ini menguat setelah data inflasi konsumen AS untuk bulan September lalu melaporkan angka yang lebih rendah dari perkiraan, diiringi kekhawatiran atas kondisi pasar tenaga kerja.
Gubernur The Fed, Jerome Powell, juga memberikan sinyal dengan pernyataannya bahwa bank sentral siap mengakhiri kebijakan pengetatan kuantitatif (quantitative tightening), dengan alasan kondisi likuiditas yang semakin ketat.
Dukungan Sentimen dari Relasi Perdagangan AS-China
Sentimen pasar semakin positif dengan adanya tanda-tanda pelonggaran ketegangan dagang antara Washington dan Beijing. Laporan menyebutkan bahwa pejabat AS dan China telah menyelesaikan pembicaraan konstruktif di Kuala Lumpur. Pembicaraan ini membuka jalan bagi terciptanya kesepakatan kerangka kerja untuk menghindari penerapan tarif baru, yang diperkirakan akan difinalisasi dalam pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir pekan.
Berita Perusahaan Teknologi dan Pengumuman PHK Amazon
Di sektor korporasi, investor memusatkan perhatian pada laporan kinerja kuartalan dari raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, Alphabet (Google), Amazon, dan Meta Platforms (Facebook). Menjelang pengumuman laporan tersebut, Amazon mengonfirmasi rencana pengurangan sekitar 14.000 pegawai korporat. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menekan biaya operasional di tengah meningkatnya investasi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat