Harga Emas Anjlok ke Level Terendah 3 Pekan, Ini Penyebab dan Proyeksinya ke Depan

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 00:10 WIB
Harga Emas Anjlok ke Level Terendah 3 Pekan, Ini Penyebab dan Proyeksinya ke Depan

Harga Emas Merosot ke Level Terendah 3 Pekan, Tertekan Sinyal Damai Dagang AS-China

Harga emas dunia terkoreksi tajam ke posisi terendah dalam tiga pekan pada perdagangan Selasa (28/10/2025). Penurunan harga emas ini dipicu oleh menguatnya harapan atas kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset safe-haven.

Data Teknis dan Proyeksi Harga Emas

Harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah 0,73% menjadi USD 3.953,00 per ons, menyentuh level terendah sejak 6 Oktober 2025. Meski mengalami penurunan, catatan kinerja emas sepanjang 2025 tetap impresif dengan penguatan lebih dari 51% didorong ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas

Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengonfirmasi bahwa meredanya ketegangan dagang AS-China menjadi faktor koreksi harga emas. "Kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang dalam pertemuan puncak Xi-Trump akhir pekan ini bersifat negatif bagi logam mulia sebagai aset aman," jelas Wyckoff seperti dikutip Reuters.

Kerangka kesepakatan dagang kedua negara dikabarkan telah final dan akan dibahas langsung oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan Kamis mendatang.

Prospek dan Prediksi Harga Emas 2025

London Bullion Market Association memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai USD 4.980 per ons dalam 12 bulan ke depan. Namun, analis dari Citi dan Capital Economics justru menurunkan proyeksi harga emas mereka.

Bank of America menyoroti kondisi overbought pasar emas yang memicu koreksi, dengan catatan bahwa harga emas mendekati proyeksi bearish mereka di USD 3.800 per ons pada kuartal IV-2025.

Pengaruh Kebijakan The Fed dan Pasar Global

Investor global kini memusatkan perhatian pada keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu ini. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis points, yang biasanya berdampak positif bagi logam mulia.

Optimisme perdagangan AS-China telah mendorong indeks utama Wall Street ke rekor tertinggi, mengalihkan minat dari aset safe-haven seperti emas menuju instrumen berisiko tinggi.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar