Boy Thohir Cetak Cuan! Analisis Lengkap Kenaikan Gila ADRO, ADMR, dan AADI

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Boy Thohir Cetak Cuan! Analisis Lengkap Kenaikan Gila ADRO, ADMR, dan AADI

Lonjakan Saham Boy Thohir: ADRO, ADMR, dan AADI Berpesta di Bursa

Tiga saham emiten milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir, yaitu ADRO, ADMR, dan AADI, mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan saham. Sentimen positif ini dipicu oleh laporan riset sejumlah sekuritas yang mengungkap prospek cerah dari ketiga perusahaan tersebut, mulai dari stabilitas harga batu bara metalurgi, potensi dividen tinggi, hingga progres proyek hilirisasi dan energi terbarukan.

Analisis Saham ADRO (PT Adaro Energy Indonesia Tbk)

Saham ADRO meroket 8,68% ke level Rp 1.940. UBS Global Research secara drastis menaikkan target harga saham ADRO sebesar 49% menjadi Rp 3.300 per saham. Analis menilai pasar belum sepenuhnya menghargai potensi besar dari proyek smelter aluminium dan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya (solar farm) perusahaan.

UBS memproyeksikan laba per saham (EPS) Adaro akan tumbuh dengan rata-rata tahunan (CAGR) 27% pada periode 2025–2028. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang di Kalimantan Utara juga dipandang sebagai katalis penting yang akan mendorong transformasi energi perusahaan pada tahun 2026.

Prospek Dividen Saham AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk)

Saham AADI terkerek 1,84% ke level Rp 8.300. UOB Kay Hian menyoroti potensi imbal hasil dividen (dividend yield) AADI yang sangat menarik, diperkirakan dapat mencapai 12–16%. Peningkatan ini seiring dengan perusahaan yang telah memasuki fase generatif kas setelah pelunasan utang dan berakhirnya belanja modal besar.

UOB Kay Hian memberikan rekomendasi "beli" untuk saham AADI dengan target harga Rp 13.000. Faktor pendorong lainnya adalah pola musiman harga batu bara global, di mana harga Newcastle 6.000 secara historis mengalami kenaikan signifikan pada kuartal keempat, menguntungkan AADI yang 75% volume penjualannya berasal dari ekspor.

Proyeksi Saham ADMR (PT Adaro Minerals Indonesia Tbk)

Saham ADMR mendaki 5,23% menjadi Rp 1.510. Ajaib Sekuritas memproyeksikan harga batu bara metalurgi global akan bertahan tinggi hingga 2027, dengan rata-rata sekitar USD 200 per ton pada 2026. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang kuat dari India dan Asia Tenggara di tengah pasokan global yang ketat.

Secara operasional, kinerja ADMR di semester pertama 2025 tetap solid dengan produksi batu bara yang naik 16%. Perusahaan juga menunjukkan kemajuan dalam proyek smelter aluminium di Kawasan Industri Kalimantan Utara (KIPI), yang menjadi tonggak penting hilirisasi industri nasional dan peluang pengurangan impor aluminium.

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Disarankan untuk melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan semua faktor risiko sebelum melakukan transaksi saham.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar