TOBA (TBS Energi Utama) Catat Pendapatan USD 288 Juta & Transformasi Hijau Sukses

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:15 WIB
TOBA (TBS Energi Utama) Catat Pendapatan USD 288 Juta & Transformasi Hijau Sukses

TOBA (TBS Energi Utama) Catat Pendapatan USD 288,17 Juta Hingga September 2025

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berhasil membukukan pendapatan mencapai USD 288,17 juta pada periode hingga September 2025. Sektor bisnis pengelolaan limbah menjadi penyumbang utama dengan kontribusi USD 111,92 juta, mewakili 39% dari total pendapatan perusahaan.

Kinerja Kuartal III 2025: Adjusted EBITDA Meningkat Dua Kali Lipat

Perusahaan mencatat adjusted EBITDA sebesar USD 31,8 juta, yang menunjukkan ketahanan bisnis selama masa transisi dari batubara menuju portofolio hijau. Secara spesifik untuk kuartal III/2025, adjusted EBITDA mencapai USD 11 juta (setara Rp 181,5 miliar), meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Transformasi Bisnis dan Analisis Keuangan TOBA

Menurut analis Ajaib Sekuritas Rizal Rafly, transformasi TOBA dengan melepas bisnis PLTU membuat analisis kinerja lebih akurat dilakukan secara kuartalan. Meski mencatatkan rugi bersih USD 128 juta, komponen utama bersifat non-kas akibat divestasi PLTU dan biaya akuisisi bisnis limbah.

"Dengan mengecualikan faktor non-berulang, keuntungan bersih inti terkendali sekitar USD 1,8 juta, menunjukkan momentum positif transformasi bisnis," jelas Rafly.

Portofolio Hijau TOBA: Pengelolaan Limbah hingga Kendaraan Listrik

Segmen pengelolaan limbah melalui tiga anak perusahaan (CORA Environment, AMES, dan ARAH Environmental) kini mengelola lebih dari 1 juta ton limbah per tahun. Perusahaan menyiapkan investasi USD 200 juta untuk ekspansi regional lima tahun ke depan.

Di sektor kendaraan listrik, Electrum (joint venture TOBA) telah mengoperasikan lebih dari 6.400 motor listrik didukung 364 stasiun penukaran baterai. Segmen EV ini melaporkan pendapatan USD 5,84 juta hingga September 2025.

Proyek Energi Terbarukan dan Masa Depan Bisnis TOBA

TOBA terus mengembangkan portofolio hijau dengan PLTMH Sumber Jaya (6 MW) yang telah beroperasi dan PLTS Terapung Tembesi Batam (46 MWp) yang menargetkan COD pertengahan 2026.

Rafly menilai model bisnis baru TOBA telah menghasilkan nilai ekonomi nyata dan lebih resilien terhadap volatilitas harga komoditas. Ekspansi bisnis pengolahan limbah diproyeksikan akan difokuskan ke pasar Asia Tenggara yang didukung regulasi dan ekosistem yang matang.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar