paradapos.com - Penyanyi sekaligus rapper asal Korea Selatan dari group Big Bang, G-Dragon yang memiliki nama asli Kwon Ji Yong, yang diduga menggunakan narkoba, sempat menjalani penyelidikan selama empat jam di Kantor Polisi Nonhyeon di Incheon atas dugaan kasus penggunaan narkoba.
G-Dragon yang juga biasa dipanggil dengan sebutan GD akhirnya dibebaskan dari kecurigaan penggunaan narkoba.
Menurut kabar yang beredar, GD memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak eksklusif dengan Galaxy Corporation atau biasa disebut Galaxy.
Rapper berusia 35 tahun tersebut mengakhiri kontraknya di bawah naungan agensi YG Entertainment, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan pada bulan Juni lalu. YG Entertainment merupakan agensi yang membesarkan nama GD.
G-Dragon, yang memulai debutnya di grup Big Bang milik YG Entertainment pada tahun 2001, telah menunjukkan konsistensi dengan bekerja di satu tempat selama lebih dari 20 tahun.
Kemudian, mantan anggota grup yang bernama Seungri dan T.O.P. mengundurkan diri dari grup, dan aktivitas Big Bang tidak berjalan dengan mudah.
Hingga saat ini, G-Dragon, Taeyang, dan Daesung tampak berkonsentrasi pada aktivitas masing-masing.
YG menyatakan, “Kontrak eksklusif kami dengan G-Dragon telah berakhir,” dan “Kami akan bekerja sama melalui kontrak terpisah untuk periklanan dan aktivitas lainnya.” Dia menjelaskan, “Kami berencana untuk menegosiasikan kontrak tambahan ketika G-Dragon melanjutkan aktivitas musiknya,” dan “YG tidak akan menyia-nyiakan dukungan apa pun untuk ini.”
Menurut industri musik pada tanggal 20, rumor bahwa G-Dragon baru-baru ini mencapai kesepakatan kontrak eksklusif dengan Galaxy dipastikan tidak benar. Beberapa pejabat industri musik setuju, dengan mengatakan, “Memang benar bahwa G-Dragon bertemu dengan Galaxy, tetapi tidak benar bahwa ia memutuskan untuk menandatangani kontrak eksklusif dengan perusahaan tersebut.”
Galaxy adalah perusahaan metaverse kecerdasan buatan (AI-Artificial Intelligence) yang didirikan pada tahun 2019 berdasarkan super IP (hak kekayaan intelektual).
Ini memproduksi Mnet pada tahun 2020, 'Golden Age' TV Chosun pada tahun 2021, dan 'Ava Dream' pada tahun 2022. Perusahaan ini juga memproduksi sebuah program di Netflix yang berjudul 'Physical: 100' melalui anak perusahaannya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: alonesia.com
Artikel Terkait
Bukan Cuma Nikita Mirzani, JPU Juga Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Kasus Reza Gladys
Still Single VISION+: Review Sinopsis, Pemain, dan Cara Nonton
Raisa Absen Sidang Cerai Perdana, PA Jaksel Ingatkan Risiko Gugatan Dibatalkan
Hasil Pemeriksaan Medis Mengejutkan Biru di Terbelenggu Rindu Episode 412