Sutoyo juga mengkritisi absennya pihak independen dalam proses audit forensik ijazah tersebut.
Menurutnya, aspirasi publik yang menginginkan adanya tim independen dalam uji forensik dianggap sebagai gangguan oleh pihak berwenang.
“Ini sudah masuk kalkulasi rekayasa, sehingga permintaan pihak independen dianggap sampah yang mengganggu kerja ‘Parcok’ (Partai Coklat),” katanya.
Lebih jauh, Sutoyo memprediksi akan ada kriminalisasi terhadap para pihak yang berusaha mengungkap kebenaran terkait ijazah Jokowi.
Ia menilai bahwa proses hukum yang berlangsung tidak lebih dari upaya legalisasi untuk menahan pihak yang dianggap sebagai ancaman politik.
Namun demikian, Sutoyo menekankan bahwa perjuangan untuk mencari kebenaran tidak akan berhenti, bahkan jika ada upaya penahanan.
Ia yakin bahwa pada akhirnya kebenaran akan menang, karena kebohongan tidak akan bertahan lama.
“Kebenaran akan muncul dengan sendirinya, menerobos kabut dusta dan rekayasa politik,” tegasnya.
Sutoyo menyampaikan dukungan kepada beberapa tokoh yang dianggap konsisten menyuarakan kebenaran dalam kasus ini, seperti Tuah Rismon Hasiholan Sianipar, Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, dan Rizal Fadhilah.
Ia menyebut mereka sebagai pejuang yang berdiri tegak meskipun diterpa tekanan politik.
“Rakyat Indonesia akan mendukung, dan Tuhan akan melindungi perjuangan kebenaran ini,” tutup Sutoyo.
Sumber: JakartaSatu
Artikel Terkait
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi, Kasus Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp1 Triliun
Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK Terkait Kasus Nikel Konawe Utara yang Di-SP3 KPK
Roy Suryo Akan Lapor Balik Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Kronologi & Penyebab Konflik Hukum
Ahok Tantang Jaksa Periksa Jokowi untuk Usut Tuntas Kasus Korupsi BBM Pertamina