PARADAPOS.COM - Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis dini hari, 21 Agustus 2025, menimbulkan keprihatinan mendalam.
Menurut sumber dari Forum 98 Bicara,Jumat 23/8, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK dan dipublikasikan secara besar-besaran justru menimbulkan tanda tanya serius.
“Barang bukti yang ditunjukkan KPK dipamerkan seolah-olah milik Noel, padahal tidak jelas kepemilikannya. Hal ini rawan menjadi framing publik,” ujarnya.
Satu mantan aktifis 98 menilai, Noel adalah sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak buruh dan melawan diskriminasi di dunia kerja.
Posisi tersebut membuatnya rentan menjadi sasaran kriminalisasi maupun pembunuhan karakter.
“Kasus ini terlihat diarahkan untuk merusak perjuangan, reputasi, sekaligus karier Noel dengan memanfaatkan opini publik,” tegasnya.
Forum 98 Bicara mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini:
1. Foto yang beredar terkait kondisi Noel saat dirawat adalah foto lama bersama dr. Terawan, bukan foto terbaru.
2. Tidak ada kendaraan atas nama Noel. Publik berhak menuntut agar STNK dan BPKB ditunjukkan untuk memperjelas perkara.
3. Kendaraan yang disorot KPK sebenarnya milik 10 tersangka lain, bukan Noel.
4. Kasus besar seperti Patra Niaga, bensin oplosan, timah, hingga pemeriksaan terhadap pejabat lain justru dialihkan dengan menjadikan Noel sebagai target.
Artikel Terkait
Anhar Gonggong Kritik Korupsi Kuota Haji: Degradasi Moral Pejabat Kemenag
Profil Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex): Stafsus Menag hingga Tersangka Korupsi Kuota Haji Kemenag
MAKI Desak KPK Jerat Yaqut dengan Pasal TPPU Kasus Korupsi Kuota Haji
Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK: Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024 Rugikan Negara Rp1 Triliun