Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Strategi, Anggaran Rp1.950 Triliun, dan Target 2035

- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Strategi, Anggaran Rp1.950 Triliun, dan Target 2035

Langkah masif Jerman dipicu ketergantungan yang menipis pada militer AS. Jajak pendapat menunjukkan 84% warga Jerman tidak lagi percaya AS akan menjamin keamanan mereka.

Strategi Donald Trump yang dianggap merendahkan institusi Eropa memicu keretakan diplomatik. Situasi ini memaksa Eropa memikirkan konsep "NATO Eropa" tanpa ketergantungan penuh pada Washington.

Menghadapi Ancaman dan Ketegangan dengan Rusia

Kebangkitan militer Jerman terjadi saat Rusia menguat dalam mode ekonomi perang. Moskow memiliki keunggulan personel berpengalaman dan produksi amunisi masif.

Delapan dari sepuluh warga Jerman yakin Vladimir Putin berpotensi memperluas konflik ke negara NATO pada 2029. Duta Besar Rusia Sergey Nechayev menilai Jerman mempercepat persiapan konfrontasi militer.

Bagi Jerman, transformasi militer ini adalah perjuangan eksistensial di dunia yang kian tidak ramah.

Kilas Balik: Sejarah Kekuatan Militer Jerman

Jerman memiliki sejarah militer yang berliku:

  • Perang Dunia I & II: Menjadi kekuatan militer darat paling dominan dengan doktrin Blitzkrieg dan inovasi teknologi seperti roket V-2 dan pesawat jet pertama.
  • Pasca Kekalahan: Jerman mengalami demiliterisasi total dan fokus pada "Keajaiban Ekonomi".
  • Perang Dingin hingga 2020-an: Bundeswehr dibentuk di bawah NATO dengan budaya pasifis yang kuat, sering dikritik karena investasi minim.
  • Titik Balik 2022: Invasi Rusia ke Ukraina memicu Zeitenwende (perubahan zaman). Jerman membuang pasifisme dan memulai pembangunan militer besar-besaran.

Kesimpulan: Era Baru Pertahanan Eropa

Transformasi militer Jerman pada 2026 menandai siklus sejarah baru. Dari raksasa militer, menjadi kekuatan pasifis, kini bangkit sebagai benteng pertahanan utama Eropa.

Kebangkitan kali ini bukan untuk agresi, tetapi sebagai respons atas ancaman nyata dan kebutuhan akan kedaulatan pertahanan mandiri bagi keamanan kolektif benua Eropa.

Halaman:

Komentar