Smartwatch Copilot Farhan Catat 13.647 Langkah Pascakecelakaan, Harapan Baru dari Gunung Bulusaraung

- Selasa, 20 Januari 2026 | 07:00 WIB
Smartwatch Copilot Farhan Catat 13.647 Langkah Pascakecelakaan, Harapan Baru dari Gunung Bulusaraung
Harapan Baru! Smartwatch Copilot ATR 42-500 Tunjukkan Ribuan Langkah Pascakecelakaan - Paradapos.com

Smartwatch Copilot ATR 42-500 Catat Ribuan Langkah, Keluarga Yakin Farhan Masih Hidup

Harapan keluarga Farhan Gunawan, copilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali menguat. Tim SAR berhasil menemukan handphone (HP) milik Farhan di kawasan hutan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

HP yang terhubung dengan smartwatch tersebut menunjukkan data aktivitas fisik yang signifikan pascakejadian. Data yang viral di media sosial itu mencatat, pada hari Minggu pukul 06.00 WITA tercatat 9.000 langkah. Jumlah langkah tersebut terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.

"HP-nya dapat di hutan dan sekarang sudah dipegang sama adik saya. Nah, HP dia itu terhubung sama Smartwatch-nya, terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi sampai jam enam terus malam juga ada. Intinya pergerakan kaki langkah itu semakin lama semakin bertambah," ujar Putri Kandades Hasibuan, keluarga korban.

Temuan data smartwatch ini memunculkan dugaan kuat adanya pergerakan fisik dari pagi hingga malam hari, setelah pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang membawa 10 orang tersebut dinyatakan hilang kontak pada Sabtu lalu.

Keluarga menyebut data tersebut sebagai harapan baru di tengah penantian panjang. Mereka mendesak agar proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal serta dengan penuh kehati-hatian.

Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) Mohammad Syafii mengakui tantangan cuaca di lokasi kejadian. Cuaca di Gunung Bulusaraung masih tidak menentu, dengan hujan dan angin kencang yang menghambat operasi SAR gabungan.

"Kita berupaya dengan situasi yang ada kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan yang kita hadapi saat ini, alam dan cuaca," ucap Syafii. Meski demikian, pencarian terus difokuskan di empat sektor, mulai dari puncak gunung hingga lereng arah Kabupaten Maros.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar