Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Strategi, Anggaran Rp1.950 Triliun, dan Target 2035

- Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Strategi, Anggaran Rp1.950 Triliun, dan Target 2035

Jerman Bangkitkan 'Raksasa Tidur', Siapkan Militer Terkuat Sejak Perang Dunia II

Di tengah ketidakpastian geopolitik, Eropa menyaksikan perlombaan senjata paling masif sejak Perang Dingin. Benua ini kini membangun benteng pertahanan mandiri, dengan Jerman sebagai garda terdepan.

Wajib Militer dan Ambisi Besar Jerman

Mulai 2026, pemuda Jerman berusia 18 tahun akan menerima kuesioner wajib untuk mendata kesiapan dinas militer. Langkah ini adalah fondasi ambisi Kanselir Friedrich Merz membangun angkatan darat konvensional terkuat di Eropa.

Targetnya jelas: Bundeswehr harus mencapai 260.000 personel aktif dan 200.000 pasukan cadangan pada 2035, menyamai kekuatan era Perang Dingin.

Anggaran Pertahanan Mencapai Rp1.950 Triliun

Ambisi ini didukung anggaran pertahanan yang melonjak. Jerman mengalokasikan 108 miliar euro (Rp1.950 triliun) atau setara 2,5% dari PDB pada tahun ini. Tujuannya, memastikan Jerman mampu memimpin pertahanan kolektif Eropa secara mandiri.

Modernisasi Teknologi dan Kesiapan Tempur

Konsep "Angkatan Darat Terkuat di Eropa" mencakup modernisasi menyeluruh:

  • Pembaruan armada tank Leopard 2.
  • Penguasaan sistem pertahanan udara jarak jauh.
  • Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem komando.

Transformasi ini bertujuan menjadikan Bundeswehr tulang punggung operasional NATO di daratan Eropa.

Pemicu: Hilangnya Kepercayaan pada Amerika Serikat

Halaman:

Komentar