Jerman Bangkitkan 'Raksasa Tidur', Siapkan Militer Terkuat Sejak Perang Dunia II
Di tengah ketidakpastian geopolitik, Eropa menyaksikan perlombaan senjata paling masif sejak Perang Dingin. Benua ini kini membangun benteng pertahanan mandiri, dengan Jerman sebagai garda terdepan.
Wajib Militer dan Ambisi Besar Jerman
Mulai 2026, pemuda Jerman berusia 18 tahun akan menerima kuesioner wajib untuk mendata kesiapan dinas militer. Langkah ini adalah fondasi ambisi Kanselir Friedrich Merz membangun angkatan darat konvensional terkuat di Eropa.
Targetnya jelas: Bundeswehr harus mencapai 260.000 personel aktif dan 200.000 pasukan cadangan pada 2035, menyamai kekuatan era Perang Dingin.
Anggaran Pertahanan Mencapai Rp1.950 Triliun
Ambisi ini didukung anggaran pertahanan yang melonjak. Jerman mengalokasikan 108 miliar euro (Rp1.950 triliun) atau setara 2,5% dari PDB pada tahun ini. Tujuannya, memastikan Jerman mampu memimpin pertahanan kolektif Eropa secara mandiri.
Modernisasi Teknologi dan Kesiapan Tempur
Konsep "Angkatan Darat Terkuat di Eropa" mencakup modernisasi menyeluruh:
- Pembaruan armada tank Leopard 2.
- Penguasaan sistem pertahanan udara jarak jauh.
- Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem komando.
Transformasi ini bertujuan menjadikan Bundeswehr tulang punggung operasional NATO di daratan Eropa.
Artikel Terkait
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol: 21 Tewas dalam Tabrakan di Adamuz, Kronologi & Penyebab
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Data Terbaru & Dampak Perang Gaza
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump, Desak Tes DNA: Fakta & Kronologi Lengkap
Debat AS vs Iran di DK PBB Memanas: Ancaman Militer dan Saling Kecam