AS Serang Iran sebagai Balasan atas Tembak Jatuh Helikopter Tempur di Selat Hormuz

- Rabu, 10 Juni 2026 | 00:25 WIB
AS Serang Iran sebagai Balasan atas Tembak Jatuh Helikopter Tempur di Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu, 10 Juni 2026, dini hari waktu setempat. Operasi ini merupakan respons langsung atas jatuhnya helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz, yang sebelumnya ditudingkan oleh Presiden Donald Trump kepada pihak Iran.

Kronologi dan Klaim Awal

Sebelum serangan terjadi, Presiden Trump secara terbuka menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab menembak jatuh helikopter tempur tersebut. Pernyataan itu menjadi dasar eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia. Komando Pusat AS, atau Centcom, mengonfirmasi bahwa pasukannya memulai operasi pada Selasa pukul 17.00 waktu setempat. Dalam pernyataan resminya, mereka menekankan bahwa langkah ini bersifat defensif.

Pernyataan Resmi Centcom

"Misi ini merupakan tanggapan proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," bunyi pernyataan Centcom. Kalimat itu dirilis tanpa menyebutkan secara rinci target spesifik yang diserang dalam operasi tersebut. Namun, seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan kepada portal berita Axios bahwa serangan itu menyasar beberapa fasilitas sistem pertahanan udara dan radar Iran. Informasi ini memberikan gambaran awal mengenai skala dan sasaran operasi militer tersebut.

Laporan dari Lokasi

Di sisi lain, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan adanya suara ledakan dan aktivitas pertahanan udara yang intens di sepanjang pantai Teluk Persia. Wilayah yang disebut terdampak mencakup Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Laporan dari lapangan itu menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara Iran sempat aktif merespons serangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai jumlah korban atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau oleh berbagai pihak, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi pasokan energi global.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar