Trump Peringatkan Netanyahu: Serangan ke Iran Bisa Bikin Israel Makin Terisolasi

- Selasa, 09 Juni 2026 | 03:50 WIB
Trump Peringatkan Netanyahu: Serangan ke Iran Bisa Bikin Israel Makin Terisolasi

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa serangan berkelanjutan terhadap Iran hanya akan membuat Tel Aviv semakin terisolasi di panggung internasional. Peringatan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Axios pada Senin lalu, di tengah negosiasi damai yang alot antara Washington dan Teheran. Trump juga mengakui bahwa Israel terlambat memberi tahu AS tentang serangan terbarunya ke Iran pada Ahad, yang kini telah dihentikan sementara. Namun, Netanyahu masih memberi sinyal bahwa operasi militer dapat dilanjutkan kapan saja.

Peringatan Langsung dari Trump ke Netanyahu

Dalam percakapan yang dikonfirmasi oleh sumber-sumber terkait, Trump mengaku telah menyampaikan pesan tegas kepada Netanyahu. "Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian,'" ujar Trump kepada reporter Axios dan kontributor CNN, Barak Ravid.

Pernyataan itu mencerminkan perubahan nada dalam hubungan kedua pemimpin. Trump, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Israel, tampaknya mulai mengambil jarak. Ia menekankan bahwa negara-negara regional mendesaknya untuk campur tangan menyusul serangan Israel baru-baru ini. "Negara-negara ini sangat prihatin. Mereka menyukai kesepakatan yang telah kami negosiasikan," kata Trump, tanpa menyebutkan negara mana yang menghubunginya.

Negosiasi Damai di Ujung Tanduk

Sikap Trump yang sedikit berseberangan dengan Israel ini muncul di tengah proses negosiasi yang alot bersama Iran. Trump sepertinya tidak ingin gagal lagi dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Ia menekankan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran berada pada tahap akhir negosiasi. Menurutnya, kembali berperang hanya akan menghambat upaya diplomatik yang sudah hampir rampung.

Para pejabat Iran, kata Trump, juga menghubunginya. Mereka menyatakan kesediaan untuk menghentikan serangan jika Israel mundur. "Mereka menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan lagi dan meminta kami untuk memberi tahu Israel agar tidak melakukan serangan lagi," ungkap Trump kepada Axios.

Intervensi Langsung Trump ke Netanyahu

Di balik layar, dinamika yang lebih intens terjadi. Israel sejatinya sedang bersiap untuk melancarkan serangan besar ke Teheran pada Senin, hari yang sama ketika Trump menelepon Netanyahu. Menurut sumber Israel dan seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut, Trump meminta Netanyahu menunda serangan balasan lebih lanjut.

Intervensi tersebut tampaknya berhasil. Netanyahu kemudian mengumumkan bahwa Israel telah menghentikan serangan terhadap Iran untuk sementara waktu. Itu adalah panggilan telepon kedua Trump kepada Netanyahu dalam beberapa jam. Dalam percakapan sebelumnya, Trump juga mengarahkan pemimpin Israel itu untuk menghentikan serangan sebagai tanggapan terhadap rentetan rudal yang ditembakkan Iran ke arah Israel.

Namun, dalam panggilan pertama yang terjadi pada Ahad malam waktu bagian timur, Netanyahu menolak. "Sebaliknya, ia bersikeras Israel harus menanggapi serangan Iran," kata sumber Israel tersebut. Trump kemudian meminta Netanyahu agar membatasi respons terhadap Iran untuk menghindari eskalasi. Setelah itu, Israel menargetkan situs-situs di Iran yang termasuk fasilitas petrokimia penting.

Ketegangan di Balik Telepon

Nada percakapan dalam kedua panggilan telepon terakhir ini tidak sepanas panggilan antara kedua pemimpin negara itu pekan lalu. Panggilan sebelumnya berujung pada reaksi Trump yang mengumpat Netanyahu. Namun, dalam panggilan terbaru, Trump lebih menekankan pada pentingnya menjaga momentum negosiasi damai yang sudah hampir mencapai titik akhir.

Trump mengakui bahwa Israel telat memberitahu Amerika Serikat tentang serangan terhadap Iran pada Ahad. Serangan itu kini telah berhenti, tapi Netanyahu memberi sinyal bahwa operasi militer dapat dilanjutkan. Situasi ini masih cair, dan semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua pemimpin.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar