PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengunggah video dirinya di tengah publik, sebagai upaya untuk membantah rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kondisinya. Video terbaru ini muncul setelah sebuah chatbot AI menandai unggahan sebelumnya sebagai konten buatan, memicu spekulasi liar tentang keaslian penampilannya dan bahkan isu kematiannya. Aksi ini dilakukan di tengah ketegangan konflik dengan Iran yang telah memasuki hari ketujuh belas, situasi yang turut mempengaruhi dinamika informasi di ruang digital.
Video Terbaru di Tengah Rumor
Dalam rekaman yang diunggah ke platform X, Netanyahu terlihat berjalan-jalan di area luar ruangan di Yerusalem. Ia tampak santai berinteraksi dengan sejumlah warga sipil, mengobrol ringan, dan bahkan menyapa seekor anjing. Suasana yang dicoba ditampilkan terkesan normal, meski latar belakang ketegangan keamanan regional masih sangat terasa.
Ia sempat bertanya tentang ras anjing yang ditemuinya, yang dijawab oleh seorang wanita sebagai anjing Kanaan-Israel—ras yang dikenal sebagai anjing nasional Israel. Percakapan ringan itu kemudian bergeser ke topik keamanan.
"Tentu saja, selama ada tempat perlindungan di dekatnya," ucap Netanyahu dalam video tersebut.
Seorang wanita kemudian menyebut bahwa memang ada tempat aman tak jauh dari situ. Netanyahu pun menanggapi dengan nada meyakinkan.
"Bagus, itu yang paling penting. IDF akan menang, dan kita akan melindungi diri kita sendiri," tegasnya.
Merespons Klaim dan Isu "Jari Keenam"
Video ini bukan yang pertama kali ia unggah untuk menangkis rumor. Sehari sebelumnya, Netanyahu telah membagikan klip dirinya memesan kopi di sebuah kafe. Dalam rekaman itu, ia secara sarkastik menyinggung isu yang menyebut dirinya telah meninggal.
"Saya mati... untuk kopi," katanya, menggunakan idiom Ibrani untuk menyatakan kesukaan yang sangat. "Tau nggak? Saya 'mati-matian' untuk rakyat saya. Cara mereka bertingkah luar biasa."
Tak berhenti di situ, ia juga secara khusus menanggapi klaim aneh yang beredar di internet. Sebuah video konferensi pers sebelumnya dituding sebagai buatan AI karena Netanyahu terlihat memiliki enam jari di satu tangannya. Dalam video pembelian kopi, ia dengan jelas menunjukkan kedua tangannya ke kamera.
"Mau hitung jari saya? Lihat di sini... dan di sini. Lihat? Bagus sekali," tuturnya, seolah ingin mengakhiri spekulasi tersebut dengan bukti visual yang gamblang.
Konflik sebagai Latar Belakang Ketegangan
Gelombang rumor dan upaya klarifikasi digital ini terjadi dalam konteks geopolitik yang sangat memanas. Konfrontasi antara Israel dan Iran telah memasuki fase baru selama lebih dari dua pekan, dipicu oleh serangan yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran. Situasi ini menciptakan atmosfer kecemasan tinggi, di mana informasi—baik yang benar maupun palsu—dapat menyebar dengan cepat dan mempengaruhi persepsi publik.
Video Netanyahu yang terbaru, yang diberi caption berbahasa Ibrani tentang "mematuhi arahan dan menang bersama", tampak tidak hanya sebagai pesan untuk warga Israel, tetapi juga sebagai pernyataan ketahanan di hadapan dunia maya yang dipenuhi narasi yang sulit dikendalikan. Dalam konflik modern, perang narasi di media sosial sering kali berjalan beriringan dengan pertempuran di lapangan, menjadikan setiap unggahan pemimpin sebagai bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas.
Artikel Terkait
Video Netanyahu Dituding Deepfake, Ahli Sebut Cincin Hilang Hanya Ilusi Optik
Iran Luncurkan Rudal Balistik Canggih Sejjil dalam Serangan Balasan ke Israel
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake
Iran Tantang AS Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia, Bantah Klaim Trump