Harga Perak Antam Melonjak Rp1.600 per Gram, Ikuti Tren Kenaikan Emas

- Senin, 15 Juni 2026 | 04:00 WIB
Harga Perak Antam Melonjak Rp1.600 per Gram, Ikuti Tren Kenaikan Emas
PARADAPOS.COM - Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam tercatat menguat signifikan pada awal pekan ini. Pada Senin, 15 Juni 2026, logam mulia tersebut dibuka di level Rp47.150 per gram, melonjak Rp1.600 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang bertengger di Rp45.550 per gram. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan harga emas yang juga menunjukkan tren positif.

Perincian Harga Perak Batangan Antam

Berdasarkan data resmi yang dirilis melalui laman Logammulia.com, berikut adalah daftar harga perak batangan Antam untuk berbagai pecahan yang berlaku pada hari ini:
  • Harga perak batangan 1 gram: Rp47.150 per gram.
  • Harga perak batangan 250 gram: Rp12.187.500, dengan tambahan PPN 11 persen menjadi Rp13.528.125.
  • Harga perak batangan 500 gram: Rp23.575.000, dengan PPN 11 persen mencapai Rp26.168.250.

Harga Perak Heritage dari Antam

Selain produk perak murni reguler, Antam juga memasarkan perak batangan dengan label heritage. Produk ini memiliki spesifikasi berat yang berbeda dan dibanderol dengan harga sebagai berikut:
  • Perak batangan 31,1 gram: Rp2.014.164, termasuk PPN 11 persen menjadi Rp2.235.722.
  • Perak batangan 186,6 gram: Rp10.963.486, dengan PPN 11 persen menjadi Rp12.169.469.
Ilustrasi perak batangan yang beredar di pasaran menunjukkan bahwa logam mulia ini kerap menjadi alternatif investasi selain emas.

Harga Emas Batangan Juga Ikut Terbang

Sejalan dengan pergerakan perak, harga emas batangan Antam hari ini juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Logammulia.com, emas Antam naik sebesar Rp18 ribu. Berikut rincian harga untuk beberapa pecahan:
  • Emas 0,5 gram: Rp1.414.500.
  • Emas 1 gram: Rp2.729.000.
  • Emas 2 gram: Rp5.398.000.
  • Emas 3 gram: Rp8.072.000.
  • Emas 5 gram: Rp13.420.000.
Kenaikan harga ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang masih bergerak fluktuatif. (Adrian Bachtiar)

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar