Israel Tewaskan Pejabat Keuangan Kunci Iran dalam Serangan yang Ditargetkan

- Jumat, 03 April 2026 | 00:25 WIB
Israel Tewaskan Pejabat Keuangan Kunci Iran dalam Serangan yang Ditargetkan

PARADAPOS.COM – Militer Israel mengonfirmasi telah menewaskan seorang pejabat keuangan tinggi Iran dalam operasi intelijen yang ditargetkan. Jamshid Eshaqi, yang diidentifikasi sebagai sosok kunci di balik Markas Besar Minyak Angkatan Bersenjata Iran, dilaporkan tewas dalam serangan yang bertujuan memutus aliran dana untuk program rudal dan kelompok proksi Teheran. Konfirmasi ini muncul di tengah eskalasi serangan udara Israel yang juga menghantam markas keuangan Garda Revolusi (IRGC) dan infrastruktur strategis lainnya di Iran, sementara Teheran membalas dengan mengklaim menembak jatuh drone pengintai canggih.

Operasi Intelijen Tewaskan Arsitek Pendanaan Militer Iran

Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil menetralkan Jamshid Eshaqi, seorang figur yang digambarkan sebagai arsitek pendanaan untuk kekuatan militer Iran. Menurut pernyataan resmi IDF, Eshaqi memegang peran sentral dalam mengelola keuntungan dari penjualan minyak yang digunakan untuk membiayai produksi rudal balistik domestik.

“Markas Besar Minyak adalah bagian integral dari mesin perang rezim. Melalui keuntungan penjualan minyak yang menghindari sanksi internasional, mereka membangun kekuatan militer dengan mengorbankan kebutuhan sipil masyarakat Iran sendiri,” jelas pihak militer Israel.

Lebih lanjut, IDF menuduh bahwa Eshaqi juga bertindak sebagai penyalur dana utama bagi kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Operasi penargetan ini, kata mereka, dilakukan berdasarkan informasi intelijen presisi yang telah dikumpulkan dalam beberapa waktu terakhir.

Serangan Meluas ke Jantung Markas Keuangan dan Infrastruktur

Tidak berhenti pada operasi intelijen, gelombang serangan udara Israel dilaporkan meluas ke target-target strategis di dalam Iran. Pada Rabu lalu, jet tempur Israel dikabarkan menyerang sebuah markas keuangan vital milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran. Fasilitas ini diduga menjadi simpul transit untuk dana miliaran dolar yang dialokasikan bagi pasukan internal Iran.

Serangan terhadap infrastruktur terus berlanjut. Menurut laporan dari kantor berita Fars Iran, sebuah jembatan jalan raya utama yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj juga menjadi sasaran. Secara paralel, IDF mengklaim telah menghancurkan pangkalan pasukan darat IRGC, pos komando, serta situs penyimpanan rudal di wilayah Tabriz. Serangan-serangan ini mengindikasikan upaya untuk mengganggu mobilitas dan logistik pertahanan Iran secara lebih luas, di samping menargetkan sumber dananya.

Klaim Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai Canggih

Di tengah serangan yang menerpa, Iran mengklaim keberhasilan di bidang pertahanan udara. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone pengintai canggih jenis Hermes 900 yang mencoba menyusup ke wilayah udara Iran di dekat Shiraz.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan bahwa drone tersebut dilacak dan dinetralkan oleh sistem pertahanan udara domestik. "Ini adalah bukti bahwa inovasi teknologi kami mampu melampaui arogansi kekuatan udara musuh. Shiraz tetap aman di bawah perlindungan kami," ungkap pernyataan tersebut.

Iran menyatakan bahwa insiden ini menambah daftar lebih dari 150 unit pesawat tanpa awak yang diklaim berhasil ditembak jatuh selama konflik. Keberhasilan yang diklaim ini ditampilkan sebagai simbol ketahanan dan kemampuan teknologi pertahanan domestik Iran di tengah tekanan militer.

Eskalasi dalam Narasi Konflik yang Berkepanjangan

Gelombang serangan dan klaim ini terjadi dalam konteks ketegangan yang telah memanas dalam beberapa pekan terakhir. Pihak Iran kerap menyebut konflik ini bermula dari serangan terhadap kepemimpinan mereka, sementara Israel menekankan operasinya sebagai upaya untuk melumpuhkan kapasitas ofensif dan pendanaan musuh. Di balik laporan-laporan militer ini, terdengar pula narasi mengenai dampak terhadap warga sipil dan alokasi sumber daya yang kontras antara kebutuhan domestik dan pendanaan militer.

Angkatan Bersenjata Iran menegaskan komitmen mereka untuk terus membalas serangan yang menargetkan kedaulatan negara. Situasi ini memperlihatkan pola konflik yang semakin kompleks, di mana perang intelijen, serangan ekonomi, dan pertukaran serangan udara saling bertautan, memperdalam ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar