PARADAPOS.COM - Sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghancurkan sebuah gedung apartemen tujuh lantai di Haifa, Minggu (5/4/2026). Serangan langsung itu menyebabkan empat orang terluka, termasuk seorang bayi, dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang di bawah reruntuhan. Militer Israel mengonfirmasi rudal tersebut berasal dari Iran, dalam gelombang serangan terbaru yang memperpanjang ketegangan antara kedua negara.
Pencarian Korban di Tengah Reruntuhan
Pasca-serangan, suasana di lokasi kejadian digambarkan kacau dan penuh tekanan. Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat dikerahkan dalam jumlah besar untuk membongkar tumpukan beton dan puing. Upaya pencarian tiga orang yang hilang masih terus dilakukan dengan menggunakan senter untuk menembus debu dan kegelapan. Rekaman visual dari lokasi menunjukkan kerusakan parah pada struktur bangunan yang terletak di kawasan padat penduduk itu.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan empat korban luka berhasil dievakuasi. Kondisi mereka bervariasi, mulai dari luka ringan hingga yang mengkhawatirkan.
Korban Luka dan Upaya Evakuasi
Di antara korban yang selamat, terdapat seorang pria berusia 82 tahun yang sempat dinyatakan dalam kondisi serius. Paramedis di lapangan melaporkan pria tersebut terluka akibat tertimpa benda berat dan dampak ledakan, sebelum akhirnya kondisinya dilaporkan stabil setelah mendapat perawatan rumah sakit.
Tal Shustak, seorang paramedis MDA yang tiba di lokasi, menggambarkan situasi yang dihadapinya. “Kami dikirim dalam jumlah besar ke lokasi kejadian dan melihat kerusakan yang luas, termasuk pecahan kaca, asap, dan beton yang berserakan di tanah,” ujarnya.
Korban lain yang menyita perhatian adalah seorang bayi berusia 10 bulan yang menderita cedera kepala. Tiga korban luka lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat pecahan peluru dan ledakan rudal.
Rekannya, Shevach Rothenshtrych, menambahkan detail dari kesaksian warga. Ia mengungkapkan, “Ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan di lantai bawah, dan pria berusia 82 tahun itu diselamatkan setelah petugas pertolongan pertama berhasil memindahkan potongan-potongan besar beton.”
Konfirmasi Serangan dan Latar Belakang Ketegangan
Militer Israel secara resmi membenarkan asal rudal dan dampaknya. Seorang juru bicara militer menyatakan, “Gedung itu terkena dampak langsung rudal,” sambil menegaskan bahwa proyektil itu ditembakkan dari Iran. Serangan ini terjadi hanya beberapa menit setelah sirene peringatan berbunyi, menyusul deteksi gelombang rudal baru dari arah Iran sekitar pukul 15.00 GMT.
Insiden di Haifa ini merupakan bagian dari eskalasi yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Sejak akhir Februari, Iran dilaporkan telah melancarkan serangan rudal hampir setiap hari ke Israel. Serangan-serangan balasan ini disebut sebagai respon atas operasi militer gabungan AS dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasannya, serangan udara Israel dan AS juga telah menyasar fasilitas produksi rudal dan nuklir di Iran.
Meskipun militer Israel mengklaim sistem pertahanan berlapisnya, termasuk Iron Dome, tetap beroperasi untuk mencegat ancaman, serangan di Haifa membuktikan bahwa rudal Iran kali ini berhasil mencapai sasaran dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan material yang signifikan.
Artikel Terkait
Rusia dan China Desak AS Hentikan Operasi Militer di Iran demi Stabilitas Selat Hormuz
Iran Ancam Balas Serangan AS hingga ke Wilayah Domestik Amerika
Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel dan Sasaran AS di Teluk
Iran Klaim Temukan Barang Pribadi Pilot AS dari F-15E yang Ditembak Jatuh