Belum ada kepastian apakah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan dipecat atau tidak. Namun, pernyataannya yang menyebut bahwa rakyat lebih makmur pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibandingkan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memicu reaksi keras dari kelompok pendukung Jokowi.
Desakan Pecat Purbaya dari Laskar Cinta Jokowi
Kelompok relawan Laskar Cinta Jokowi (LCJ) secara tegas meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Purbaya dari jabatannya. Koordinator LCJ, Suhandono Baskoro, menuding pernyataan Purbaya tidak didasari data yang valid dan terkesan mencari popularitas dengan menyerang warisan pemerintahan Jokowi.
Klaim Kemakmuran Era SBY vs Data Kemiskinan Era Jokowi
Laskar Cinta Jokowi membantah klaim Purbaya dengan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka menyatakan bahwa tingkat kemiskinan nasional justru terus menurun, dari 10,96% pada 2014 menjadi sekitar 9,03% pada 2024. Mereka juga menekankan bahwa proyek infrastruktur strategis di era Jokowi telah meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
Dukungan untuk Pernyataan Purbaya
Di sisi lain, pernyataan kontroversial Menteri Keuangan Purbaya itu juga mendapat dukungan. Tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Sahadat Hasibuan atau Gus Umar, menyatakan kesetujuannya. Menurutnya, SBY berhasil membuat rakyat makmur tanpa banyak membangun infrastruktur. Sejumlah netizen juga mengingatkan bahwa kepemimpinan SBY dinilai sistematis dan disiplin, dengan KPK yang dianggap bekerja lebih independen pada masa itu.
Pernyataan Purbaya ini dengan cepat menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan sengit antara pendukung kedua era pemerintahan tersebut.
Sumber artikel asli: Paradapos.com
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Soroti Dapur Tak Layak dan Pengawasan Lemah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidang, Motif Dendam Pribadi dari Personel BAIS Dipertanyakan Publik
Habib Rizieq Tegaskan FPI Tak Berubah Prinsip, Hanya Perbaiki Strategi Gerakan
Golkar Belum Terima Info Resmi, Hormati Hak Prerogatif Presiden Soal Reshuffle