PARADAPOS.COM - Seorang pria bernama Cole Tomas Allen, yang menjadi pelaku penembakan dalam sebuah acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) malam, diketahui berprofesi sebagai guru. Pria asal California ini merupakan lulusan dari perguruan tinggi bergengsi.
Insiden yang mengguncang publik tersebut langsung memicu penyelidikan besar-besaran. Di tengah proses hukum yang berjalan, fakta-fakta baru terus bermunculan, menguak sisi lain dari kehidupan pelaku yang sebelumnya tak pernah terduga.
Kesan dari Dosen: Mahasiswa Teladan yang Sopan
Bin Tang, seorang profesor ilmu komputer di California State University-Dominguez Hills, memberikan pernyataan mengejutkan kepada Associated Press. Ia mengenang Allen sebagai mahasiswa yang baik dan sopan selama masa perkuliahan.
“(Allen) merupakan mahasiswa yang sangat baik, selalu duduk di barisan depan kelas saya, memperhatikan, dan sering mengirim email kepada saya dengan pertanyaan tentang tugas kuliah,” kata Tang, dikutip Senin (27/4/2026).
“Berbicara lembut, sangat sopan, orang yang baik. Saya sangat terkejut mendengar berita ini,” ujarnya, masih menyiratkan rasa tidak percaya.
Pihak universitas pun telah mengonfirmasi bahwa Allen pernah tercatat sebagai mahasiswa di sana. Ia berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar pada tahun 2025.
Jejak Digital dan Afiliasi Politik
Hasil penelusuran lebih lanjut, termasuk dari data otoritas pemilu, menunjukkan bahwa Allen tidak secara eksplisit menyatakan dukungan terhadap partai politik mana pun. Meski demikian, ditemukan indikasi bahwa ia cenderung mendukung Kamala Harris dalam Pilpres AS 2024.
Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum Federal, pada Oktober 2024, Allen tercatat menyumbang sebesar 25 dolar AS melalui platform penggalangan dana ActBlue untuk kampanye Harris. Langkah ini menjadi salah satu petunjuk awal mengenai kecenderungan politiknya.
Latar Belakang Akademis dan Profesional
Di profil LinkedIn-nya, Allen mendeskripsikan dirinya sebagai seorang insinyur mesin, pengembang gim (game developer), dan guru. Ia menempuh pendidikan teknik mesin di California Institute of Technology (Caltech), sebuah institusi yang dikenal sangat kompetitif. Selama di sana, ia tercatat aktif dalam kegiatan kelompok Kristen.
Allen kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar master di bidang ilmu komputer pada tahun 2025 dari California State University-Dominguez Hills. Momen kelulusan itu ia abadikan dengan membagikan foto dirinya yang mengenakan jubah wisuda di LinkedIn.
Tak hanya di dunia akademik, kreativitasnya juga tersalurkan melalui pengembangan gim. Ia berhasil merilis sebuah gim berjudul “Bohrdom” ke platform distribusi digital Steam.
Karier Mengajar dan Penghargaan
Di luar aktivitasnya sebagai mahasiswa dan pengembang gim, Allen juga memiliki karier yang cemerlang di bidang pendidikan. Pada Desember 2024, ia dinobatkan sebagai guru terbaik bulanan oleh C2 Education, sebuah lembaga yang menyediakan bimbingan belajar dan persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Ia tercatat telah bekerja sebagai guru paruh waktu di lembaga tersebut sejak tahun 2020.
Artikel Terkait
Suara Tembakan Guncang Acara Makan Malam Pers, Trump Dilaporkan Terjatuh Saat Dievakuasi
Guru California Nekat Terobos Pengamanan dan Tembaki Acara Makan Malam di Hotel Washington, Trump Dievakuasi
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung Turun Langsung Rawat Pemimpin Tertinggi yang Terluka Parah Akibat Serangan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Akui Hampir Kehabisan Makanan di Kediaman Dinas Akibat Protokol Ketat