PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina pada Senin (18/6/2026) pagi memicu longsor besar di kawasan pegunungan sekitar Danau Holon, T'boli, Cotabato Selatan. Sebagian lereng gunung ambrol, menyebabkan kepanikan di kalangan wisatawan yang berada di lokasi. Peristiwa ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Longsor di Kawasan Danau Holon
Longsor terjadi tak lama setelah gempa dahsyat berpusat di dekat Maasim, Sarangani, sekitar 16 mil barat daya Kablalan, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Guncangan keras itu langsung meruntuhkan sebagian tebing pegunungan di kawasan Danau Holon, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam.
“Beberapa longsor telah dilaporkan di daerah pegunungan sekitar Danau Holon, T'boli, South Cotabato, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang dahsyat mengguncang dekat Maasim, Sarangani,” tulis pengunggah akun bernama Surajit di platform X.
Video tersebut kemudian diunggah ulang oleh pakar kegempaan Indonesia, Daryono, melalui akun pribadinya.
Analisis Pakar: Bukan Longsor Tunggal
Mantan Direktur Gempa dan Tsunami BMKG itu menjelaskan secara teknis bahwa gempa sebesar 7,8 magnitudo mampu menurunkan kekuatan geser lereng secara drastis. Ia menyoroti kondisi geologis kawasan pegunungan di Filipina yang memiliki tingkat pelapukan tinggi, sehingga rentan terhadap longsor susulan.
“Gempa M7.8 seperti ini dapat menurunkan kekuatan geser lereng secara signifikan, terutama di zona pegunungan dengan pelapukan tinggi,” jelasnya.
Daryono menduga longsor yang terjadi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Menurutnya, ini bisa menjadi bagian dari rangkaian kegagalan lereng yang masih berpotensi berlanjut. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi segera.
“Longsor yang terjadi kemungkinan bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian kegagalan lereng yang bisa berlanjut. Penilaian cepat stabilitas lereng dan pemetaan zona bahaya menjadi krusial saat ini,” ungkapnya.
Dampak Gempa dan Peringatan Tsunami
Selain longsor, gempa ini juga merobohkan sejumlah gedung di berbagai wilayah Filipina. Guncangannya terasa hingga ke Sulawesi dan Kalimantan, Indonesia. Peringatan tsunami pun dikeluarkan untuk kawasan Pasifik.
Otoritas setempat memprediksi gelombang tsunami setinggi 10 kaki dapat menerjang sejumlah pantai Filipina. Sementara itu, gelombang setinggi hingga tiga kaki diperkirakan menghantam pesisir Indonesia dan Malaysia.
Kepala lembaga seismologi Filipina, Teresito Bacolcol, mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan peringatan tersebut.
“Kami menyarankan masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pergi lebih jauh ke pedalaman,” ujar Teresito.
Gelombang yang lebih kecil juga dilaporkan terlihat di Taiwan, Jepang, Guam, Papua Nugini, dan beberapa negara kepulauan lainnya. Menurut keterangan polisi setempat, gempa Senin pagi itu tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah melanda Filipina dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Dua Pangkalan Udara Israel
Israel Serang Balik Iran, Tiga Kota Besar Termasuk Teheran Diguncang Ledakan
Brigadir Jenderal TNI AD Lebanon Tewas Bersama Sopir Akibat Rudal Israel di Tengah Gencatan Senjata
Militer Iran Klaim Tembaki Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras