PARADAPOS.COM - Dewan Kehakiman Tertinggi Irak mengumumkan penemuan 375 kilogram emas batangan yang terkait dengan kasus dugaan korupsi mantan Wakil Menteri Perminyakan bidang Pengolahan, Adnan Al Jumaili. Penemuan ini terjadi di wilayah Kurdistan Irak pada Rabu (15/7/2026) dan melibatkan koordinasi antara otoritas peradilan pusat dan daerah. Sebanyak 358 kg emas diamankan dalam operasi utama, sementara 17 kg lainnya ditemukan dalam penyelidikan terpisah pada hari yang sama.
Operasi Penggeledahan dan Koordinasi Lintas Wilayah
Hakim Dhia Jafar dari Pengadilan Pidana Antikorupsi Pusat menyatakan bahwa operasi penggeledahan dilakukan di bawah pengawasan langsung Ketua Dewan Kehakiman Tertinggi, Faiq Zidan. Otoritas wilayah Kurdistan turut dilibatkan dalam proses pengamanan barang bukti tersebut.
“Sebanyak 17 kg tambahan disita dalam penyelidikan terpisah pada hari yang sama. Rincian mengenai operasi tersebut tidak diungkapkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, seluruh emas yang berhasil diamankan telah diserahkan kepada Departemen Penerbitan dan Perbendaharaan Bank Sentral Irak. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan aset negara sembari proses hukum terus berjalan.
Jejak Korupsi yang Semakin Terungkap
Penangkapan Al Jumaili sendiri terjadi pada bulan Mei lalu, dan ia resmi diberhentikan dari jabatannya pada 2 Juni. Penyelidikan yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu ini berfokus pada dugaan penyalahgunaan sumber daya negara dan kontrak pemerintah. Al Jumaili diduga menerima suap dan mengumpulkan keuntungan pribadi dari proyek-proyek strategis di sektor perminyakan.
Penyitaan emas terbaru ini bukanlah satu-satunya temuan besar dalam kasus tersebut. Pekan sebelumnya, pihak berwenang menemukan uang tunai senilai 14 miliar dinar Irak—setara dengan US$10,6 juta—yang disembunyikan di dalam saluran pembuangan air hujan. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa jaringan korupsi ini telah berlangsung secara sistematis dan terorganisir.
Upaya Pemulihan Aset Negara
Selain emas dan uang tunai, kepolisian Irak juga telah menangkap sejumlah pejabat tinggi lainnya dalam rangkaian operasi pemberantasan korupsi ini. Total dana yang berhasil ditemukan kembali mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, belum termasuk berbagai barang berharga lainnya yang kini tengah diverifikasi.
Pihak berwenang terus melacak aset-aset yang diperoleh secara ilegal. Proses ini melibatkan audit lintas lembaga dan kerja sama dengan perbankan nasional untuk memastikan tidak ada celah yang memungkinkan pelaku menyembunyikan kekayaan hasil korupsi.
Dengan semakin terbukanya tabir kasus ini, publik Irak menanti langkah selanjutnya dari sistem peradilan. Penanganan kasus Al Jumaili menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi di sektor energi—sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian negara.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Iran Balas Serangan AS, Drone Hantam Pangkalan Militer Yordania yang Tampung Jet Tempur F-18
Kepala Staf IDF Umumkan Rencana Serangan Besar ke Iran, Netanyahu Tegaskan Perang Belum Berakhir
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Api Strategis di Iran Utara, Jalur Logistik ke China dan Rusia Terputus
AS Lancarkan Serangan di Selat Hormuz, Iran Laporkan Belasan Ledakan di Tiga Wilayah