PARADAPOS.COM - Israel tampaknya sedang menyulut perang lebih besar dan serius setelah nekat menyerang Qatar tepat di 'jantungnya'.
Militer Israel melancarkan serangan udara di Doha ditandai dengan sejumlah ledakan besar.
Serangan itu terjadi saat tim negosiasi sedang membahas proposal gencatan senjata di Gaza yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Serangan Israel direspon keras Qatar dengan mengatakan serangan tersebut sebagai tindakan "pengecut" dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui kantor resminya menyatakan, Israel bertanggung jawab penuh atas serangan itu. Dalam unggahan di media sosial, kantor Netanyahu menegaskan:
"Tindakan hari ini terhadap para pemimpin teroris Hamas adalah operasi Israel yang sepenuhnya independen. Israel yang memulainya, Israel yang melaksanakannya, dan Israel bertanggung jawab penuh."
Insiden ini menimbulkan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah dan berpotensi mempengaruhi proses diplomasi gencatan senjata di Gaza yang tengah berlangsung.
Artikel Terkait
Trump Tolak Usulan Iran Tunda Pembahasan Nuklir, Negosiasi Perdamaian Kian Buntu
Kanselir Jerman Kecam Iran yang Dianggap Permalukan AS, Soroti Gagalnya Diplomasi Washington di Pakistan
Pria Bersenjata Terobos Pengamanan Acara Trump di Washington Hilton, Tinggalkan Manifesto 1.052 Kata
Investigasi Penembakan di Gedung Putih: Catatan Pelaku Ungkap Kemarahan pada Kebijakan Trump dan Daftar Target Pejabat