Analis Sebut Hubungan Jokowi dan Prabowo Retak, Ini Penyebabnya
Analis politik Ray Rangkuti mengungkapkan bahwa hubungan antara mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto menunjukkan tanda-tanda keretakan. Pernyataan ini disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia dalam sebuah siniar.
Penyebab Keretakan Hubungan Jokowi-Prabowo
Ray Rangkuti menyoroti dua proyek mercusuar era Jokowi yang kini bermasalah sebagai penyebab retaknya hubungan kedua pemimpin tersebut. Dua proyek strategis tersebut adalah:
1. Proyek Kereta Cepat Whoosh (Jakarta-Bandung)
Kereta cepat Whoosh sedang dalam sorotan KPK karena dugaan kasus korupsi yang sedang diusut. Proyek yang menjadi salah satu ikon pemerintahan Jokowi ini kini "diacak-acak" dengan investigasi korupsi.
2. Megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN)
Pembangunan IKN yang digaungkan di era Jokowi terkesan dibiarkan mandek dalam pemerintahan Prabowo. Proyek ambisius ini seolah tidak mendapat perhatian yang sama seperti sebelumnya.
Dua Ikon Jokowi yang Terancam
Ray Rangkuti menjelaskan: "Dua ikon Pak Jokowi ini kok diganggu. Kalau IKN-nya mandek secara politik dan fisik di pembangunannya, Whoosh ini diulik-ulik soal kemungkinan korupsinya. Apakah Pak Prabowo membiarkannya? Ya, kalau dia enggak melakukan apa-apa ya tentu karena dia membiarkannya."
Status Hubungan: Retak Tapi Belum Terbelah
Ray Rangkuti menggunakan analogi yang jelas: "Hubungan Pak Prabowo dengan Pak Joko ini retak. Tinggal belum terbelah tapi sudah retak. Kalau ibarat gelas, ini sudah kelihatan retaknya, tapi belum terbelah."
Mengapa Prabowo Tidak Akan Menjauh dari Jokowi?
Meski hubungan memanas, Ray menilai Prabowo sangat mustahil akan menjauh sepenuhnya dari Jokowi. Alasannya, Prabowo tetap membutuhkan dukungan politik dari basis pendukung Jokowi untuk melanggengkan ambisi politiknya ke depan.
"Pak Prabowo tetap membutuhkan sayap Pak Jokowi. Orang-orang yang mendukung Pak Jokowi dibutuhkan secara politik oleh Pak Prabowo. Sehingga dengan begitu diretakkan saja tapi jangan dibelah," papar Ray Rangkuti.
Artikel Terkait
Isu Pemakzulan Prabowo-Gibran Menguat di Tengah Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Pangan
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara