KKB Serang Warga di Yahukimo: Modus Pura-Pura Beli BBM & Kronologi Lengkap

- Senin, 03 November 2025 | 02:45 WIB
KKB Serang Warga di Yahukimo: Modus Pura-Pura Beli BBM & Kronologi Lengkap

KKB Serang Warga Pendatang di Yahukimo: Kronologi dan Modus Pura-Pura Beli BBM

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap warga pendatang di Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden penyerangan brutal ini terjadi di Jalan Elite, Distrik Dekai, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 15.50 WIT.

Modus Operandi KKB: Pura-Pura Beli BBM

Berdasarkan rekaman CCTV dari kios milik korban, terungkap bahwa pelaku menggunakan modus berpura-pura sebagai pembeli bahan bakar minyak (BBM). Tiga orang pelaku mendatangi kios sambil membawa jeriken sebelum tiba-tiba melancarkan serangan.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Korban penyerangan adalah Nurdi (53 tahun), seorang pedagang warga pendatang. Menurut Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kobes Pol Yusuf Sutejo, korban mengalami luka tusuk di dagu kanan dan goresan di leher belakang. Meskipun demikian, korban dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai.

Rekaman CCTV Ungkap Brutalitas Penyerangan

Rekaman CCTV berhasil mengabadikan detail kejadian dengan jelas. Pelaku berjaket hitam terlihat membacok korban menggunakan parang, sementara pelaku berjaket putih menusuk area dagu korban dengan benda tajam. Setelah melakukan aksi, ketiga pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Elite.

Keterangan Saksi Mata dan Investigasi

NA (23 tahun), anak korban yang menjadi saksi mata, menuturkan bahwa pelaku mendatangi kios tanpa mencurigakan sebelum tiba-tiba berubah menjadi agresif. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo saat ini sedang melakukan investigasi intensif dan pengejaran terhadap para pelaku. Analisis awal mengindikasikan pelaku merupakan simpatisan KKB yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di wilayah Papua Pegunungan dan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler