Video Viral 2018 Bantah Klarifikasi Budi Arie: Projo Ternyata Pro-Jokowi

- Senin, 03 November 2025 | 15:25 WIB
Video Viral 2018 Bantah Klarifikasi Budi Arie: Projo Ternyata Pro-Jokowi
Klarifikasi Budi Arie: Projo Bukan Pro-Jokowi, Jejak Digital Berkata Lain

Klarifikasi Budi Arie Soal Arti Projo Tuai Kontroversi, Video Lama 2018 Bantah Pernyataannya

Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, kembali menjadi sorotan dan memicu perdebatan publik. Dalam klarifikasi terbarunya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu membantah anggapan bahwa Projo adalah singkatan dari 'Pro-Jokowi'. Namun, jejak digital justru menunjukkan fakta yang sebaliknya.

Arti Projo Menurut Budi Arie: Bukan Pro-Jokowi

Budi Arie dengan tegas menyatakan bahwa istilah Projo bukanlah bentuk dukungan personal kepada sosok Jokowi. Ia menjelaskan bahwa kata 'Projo' memiliki makna yang lebih luas dan filosofis.

“Projo itu artinya 'negeri' dalam bahasa Sanskerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya 'rakyat'. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya,” ungkap Budi Arie.

Ia menambahkan bahwa persepsi publik yang menyamakan Projo dengan “Pro Jokowi” muncul semata-mata karena kebiasaan media yang menyingkatnya.

“Memang enggak ada singkatan. Teman-teman media saja yang menyingkat Projo sebagai 'pro Jokowi' karena gampang diucapkan,” kata Budi Arie.

Jejak Digital 2018 Ungkap Pernyataan Kontradiktif

Klarifikasi Budi Arie tersebut langsung terbentur dengan rekaman masa lalu. Sebuah video lama dari tahun 2018 kembali viral dan menunjukkan pernyataannya yang justru bertolak belakang.

Dalam video tersebut, Budi Arie secara gamblang menyebut bahwa Projo memang merupakan singkatan dari “Pro Jokowi”.

“Udah jelas Projo itu pro Jokowi. Kalau Projo enggak pro Jokowi, bukan Projo berarti,” ujar Budi Arie dalam pernyataannya tujuh tahun lalu.

Respons Warganet: Sindiran dan Kecaman

Kontradiksi pernyataan Budi Arie ini langsung memantik gelombang kritik dan sindiran tajam di media sosial. Banyak warganet menilai Budi Arie sedang berusaha memoles ulang narasi lama untuk menyesuaikan dengan arah politik baru di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

Akun Instagram @kementerian_kurangajar yang mengunggah video lama tersebut menulis: “Dasar anomali politik. Jejak digital masih nyala, klarifikasi malah nyeleneh."

Kolom komentar di berbagai platform media sosial pun dipenuhi dengan komentar pedas. Sebagian netizen menudingnya plin-plan, inkonsisten, dan melakukan 'jilat ludah sendiri'. Komentar seperti “Mungkin dia kena penyakit lansia,” dan “Gelandangan politik,” mewarnai diskusi online mengenai kasus ini.

Kesimpulan: Jejak Digital Tak Terbantahkan

Pernyataan terbaru Budi Arie mencerminkan dinamika politik di Indonesia, di mana narasi dan loyalitas organisasi sering kali beradaptasi dengan perubahan kekuasaan. Sementara publik mungkin bisa memaafkan ingatan yang keliru, jejak digital tetap menjadi bukti sejarah yang tak terbantahkan. Dalam kasus Budi Arie dan Projo, rekaman video tahun 2018 berbicara lebih lantang daripada segala klarifikasi yang diberikan sekarang.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler