Projo Belum Jadi Parpol, Pengamat Sebut Tidak Punya Nyali? Ini Alasannya

- Selasa, 04 November 2025 | 04:25 WIB
Projo Belum Jadi Parpol, Pengamat Sebut Tidak Punya Nyali? Ini Alasannya
Belum Jadi Parpol, Pengamat Sebut Projo Tidak Punya Nyalai?

Alasan Projo Belum Bertransformasi Menjadi Partai Politik

Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan Projo (Presidium Silaturahmi Indonesia Raya Jokowi) untuk tidak bertransformasi menjadi partai politik. Padahal, organisasi relawan yang identik dengan mantan Presiden Joko Widodo ini dikenal memiliki basis loyalitas dan jaringan yang sangat solid serta tersebar luas di seluruh Indonesia.

Analisis Pengamat: Butuh Nyali Besar untuk Dirikan Parpol

Pengamat politik Adi Prayitno memberikan analisisnya terkait fenomena ini. Menurutnya, mendirikan sebuah partai politik bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan keberanian serta tekad yang luar biasa.

“Mendirikan partai politik tentu butuh nyali besar, keberanian besar, inovasi besar. Karena partai politik adalah instrumen yang jejaringnya secara legal formal akan terdeteksi dan diketahui publik," ujar Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya, seperti dikutip pada Selasa, 4 November 2025.

Tantangan Berat Mendirikan Partai Politik

Adi menjelaskan lebih lanjut tantangan yang dihadapi. Secara administratif, sebuah partai politik harus terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM. Tidak hanya itu, partai juga diwajibkan memiliki struktur organisasi yang jelas hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Selain persyaratan administratif yang ketat, tujuan utama partai politik adalah untuk berkompetisi dalam Pemilu. Persaingan di panggung politik nasional merupakan tantangan berat yang membutuhkan persiapan matang, sumber daya yang besar, dan strategi yang jelas.

“Itu butuh nyali besar yang saya kira tidak gampang dimiliki oleh siapapun,” tegas Adi.

Pertanyaan Publik dan Kesimpulan Pengamat

Dalam konteks ini, Adi menilai wajar jika publik terus mempertanyakan mengapa Projo, yang sering mengklaim diri sebagai organisasi relawan paling solid dan militan, belum juga mengonversi kekuatannya menjadi partai politik resmi.

Analisis ini menyimpulkan bahwa keputusan untuk tidak menjadi partai politik lebih disebabkan oleh faktor keberanian dalam menghadapi kompleksitas dan tantangan besar yang menyertai pendirian sebuah partai.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar