Bripda G Polda Sumut Penganiaya Pengendara Motor Didiagnosis Skizofrenia, Ini Faktanya

- Jumat, 21 November 2025 | 04:25 WIB
Bripda G Polda Sumut Penganiaya Pengendara Motor Didiagnosis Skizofrenia, Ini Faktanya

Bripda G Polda Sumut Penganiaya Pengendara Motor Didiagnosis Skizofrenia Sejak 2021

Bripda G, anggota Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pengendara motor berinisial ALP di depan Mapolda Sumut, Medan, ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa. Berdasarkan keterangan resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Medan, anggota polisi tersebut telah didiagnosis menderita skizofrenia sejak tahun 2021.

Penjelasan Dokter Soal Kondisi Skizofrenia Bripda G

Dr. Superida, Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara Tk II Medan, menjelaskan bahwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memengaruhi perilaku, daya ingat, dan kestabilan emosi penderitanya. Pernyataan ini disampaikan di Mapolda Sumut pada Kamis (20/11/2025).

Menurut dr. Superida, Bripda G awalnya ditangani oleh Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem sebelum perawatannya dialihkan ke RS Bhayangkara beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa kondisi Bripda G bisa saja stabil, namun dapat kambuh jika terdapat pemicu emosional. Salah satu faktor pemicu yang diungkapkan adalah masalah perceraian yang dialami oleh anggota polisi tersebut.

Alasan Bripda G Masih Diizinkan Bertugas

Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menyatakan bahwa Bripda G masih diizinkan untuk bertugas karena tidak memiliki catatan tindakan kriminal sebelumnya dan sedang menjalani perawatan rutin. "Yang bersangkutan belum punya track record tindakan menyimpang dan masih dalam perawatan berobat jalan," ujarnya.

Namun, pasca insiden penganiayaan ini, Bripda G kini telah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani observasi lanjutan guna menilai kondisinya lebih mendalam.

Kronologi Lengkap Penganiayaan oleh Bripda G

Kejadian penganiayaan ini berawal pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 12.50 WIB. Saat itu, Bripda G dan rekannya, Aiptu E, sedang berboncengan dengan sepeda motor keluar dari kompleks Mapolda Sumut. Tiba-tiba, kendaraan mereka ditabrak dari belakang oleh ALP.

Video yang viral di media sosial menunjukkan Bripda G langsung bereaksi dengan memukuli korban, sementara Aiptu E berusaha menolong ALP dengan membawanya ke Poliklinik Polda Sumut. Dalam rekaman tersebut, terlihat Bripda G terus memukul kepala ALP meskipun sudah dilerai oleh warga sekitar.

Insiden ini memicu kecaman publik. Seorang warga dalam video bahkan menyatakan, "Viralkan aja, kalaupun bapak itu salah menabrak, itulah mentang-mentang polisi ditabrak, dipukul pula kepala (korbannya)." Dikutip dari akun Instagram korban, ALP dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala dan tangannya akibat insiden tersebut.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar