Bripda G Polda Sumut Penganiaya Pengendara Motor Didiagnosis Skizofrenia Sejak 2021
Bripda G, anggota Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pengendara motor berinisial ALP di depan Mapolda Sumut, Medan, ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa. Berdasarkan keterangan resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Medan, anggota polisi tersebut telah didiagnosis menderita skizofrenia sejak tahun 2021.
Penjelasan Dokter Soal Kondisi Skizofrenia Bripda G
Dr. Superida, Dokter Spesialis Kejiwaan RS Bhayangkara Tk II Medan, menjelaskan bahwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memengaruhi perilaku, daya ingat, dan kestabilan emosi penderitanya. Pernyataan ini disampaikan di Mapolda Sumut pada Kamis (20/11/2025).
Menurut dr. Superida, Bripda G awalnya ditangani oleh Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem sebelum perawatannya dialihkan ke RS Bhayangkara beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa kondisi Bripda G bisa saja stabil, namun dapat kambuh jika terdapat pemicu emosional. Salah satu faktor pemicu yang diungkapkan adalah masalah perceraian yang dialami oleh anggota polisi tersebut.
Alasan Bripda G Masih Diizinkan Bertugas
Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menyatakan bahwa Bripda G masih diizinkan untuk bertugas karena tidak memiliki catatan tindakan kriminal sebelumnya dan sedang menjalani perawatan rutin. "Yang bersangkutan belum punya track record tindakan menyimpang dan masih dalam perawatan berobat jalan," ujarnya.
Namun, pasca insiden penganiayaan ini, Bripda G kini telah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani observasi lanjutan guna menilai kondisinya lebih mendalam.
Kronologi Lengkap Penganiayaan oleh Bripda G
Kejadian penganiayaan ini berawal pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 12.50 WIB. Saat itu, Bripda G dan rekannya, Aiptu E, sedang berboncengan dengan sepeda motor keluar dari kompleks Mapolda Sumut. Tiba-tiba, kendaraan mereka ditabrak dari belakang oleh ALP.
Video yang viral di media sosial menunjukkan Bripda G langsung bereaksi dengan memukuli korban, sementara Aiptu E berusaha menolong ALP dengan membawanya ke Poliklinik Polda Sumut. Dalam rekaman tersebut, terlihat Bripda G terus memukul kepala ALP meskipun sudah dilerai oleh warga sekitar.
Insiden ini memicu kecaman publik. Seorang warga dalam video bahkan menyatakan, "Viralkan aja, kalaupun bapak itu salah menabrak, itulah mentang-mentang polisi ditabrak, dipukul pula kepala (korbannya)." Dikutip dari akun Instagram korban, ALP dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala dan tangannya akibat insiden tersebut.
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kapak di Ruang Sidang Usai Tolak Cinta Pelaku
Pengusaha Rendy Brahmantyo dan Influencer Tara Saling Lapor Terkait Dugaan Pemerkosaan di Jaksel 2017
Sopir Tanpa SIM Melawan Arah di Gunung Sahari, Mobil Rusak Dihadang Massa
Guru Honorer Probolinggo Dibebaskan, Kasus Rangkap Jabatan Dihentikan Kejaksaan