Kepala BNPB Suharyanto Viral di Mall Medan, Dikritik Saat Korban Banjir Bandang Berduka

- Selasa, 09 Desember 2025 | 13:50 WIB
Kepala BNPB Suharyanto Viral di Mall Medan, Dikritik Saat Korban Banjir Bandang Berduka
Kepala BNPB Tertangkap Kamera di Mall Medan, Kritik Menguat Saat Korban Banjir Bandang Berduka

Kepala BNPB Suharyanto Viral di Mall Medan, Dikritik Minim Empati ke Korban Banjir Bandang

Sebuah rekaman yang memperlihatkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, sedang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Zainul Arifin, Medan, menuai badai kritik. Aksi ini dinilai tidak empatik karena terjadi di saat korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat masih berjuang kehilangan rumah, keluarga, dan hidup di pengungsian.

Kritik Pedas dari SATMA AMPI Sumut

Melalui akun Instagram Sumut_headlines, video tersebut menyebar dan memantik reaksi keras. Ketua SATMA AMPI Sumut, Fachmy Harahap, menyebut tindakan Suharyanto mencerminkan sikap minim empati. Alih-alih memimpin penanganan darurat di lokasi bencana, pimpinan tertinggi BNPB justru terlihat bersantai di mall.

"Perilaku seperti ini sama sekali tidak menunjukkan kepedulian. Pemimpin kebencanaan seharusnya berada di sisi para korban, bukan menikmati kenyamanan pusat perbelanjaan," tegas Fachmy Harahap.

Blunder Lanjutan yang Gerus Kepercayaan Publik

Fachmy menilai kejadian ini adalah blunder lanjutan yang semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap BNPB. Sebelumnya, Suharyanto sudah disorot karena pernyataannya yang dianggap meremehkan, bahwa kondisi bencana di Sumatera "hanya terlihat mencekam di media sosial".

Kombinasi pernyataan dan tindakannya ini memunculkan pertanyaan besar: jika pimpinan BNPB dinilai kurang serius dan tidak hadir di lokasi terdampak, bagaimana korban bisa berharap pada penanganan pemerintah yang optimal?

Desakan Evaluasi dan Pergantian Pimpinan BNPB

Kritik yang menguat mendorong desakan untuk evaluasi. Fachmy Harahap bahkan mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden, untuk mengevaluasi kinerja BNPB dan mempertimbangkan pergantian pimpinan jika diperlukan.

Gelombang protes sebelumnya juga datang dari anggota DPR, akademisi, dan tentu saja masyarakat terdampak yang merasa pernyataan dan sikap Suharyanto tidak mencerminkan keprihatinan yang seharusnya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar