"Dalam situasi ini, negara yang tidak punya strategi akan terseret, dan negara yang tidak punya ketahanan akan menjadi objek," tegasnya. Indonesia ditegaskan tidak boleh jatuh ke dalam posisi pasif tersebut.
Diplomasi Bebas Aktif dengan Pendekatan Realistis
Sugiono menekankan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia tetap menjadi pijakan, tetapi tidak bisa dijalankan secara kaku. Prinsip konstitusi untuk melindungi bangsa dan kepentingan nasional harus diwujudkan dengan cara yang dinamis.
"Diplomasi kita harus dibangun atas kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme," ucapnya. Diplomasi realistis ini bukan berarti meninggalkan nilai-nilai, melainkan menyesuaikan pendekatan dengan ancaman dan peluang yang berkembang di tengah dunia yang keras dan kompetitif.
Ancaman Global dan Dampaknya bagi Indonesia
Menlu Sugiono mengingatkan bahwa ancaman saat ini tidak datang dalam bentuk tunggal dan krisis terjadi secara beruntun. Dinamika di luar negeri, seperti perkembangan di Venezuela dan ketegangan AS-Iran, diisyaratkan akan berdampak langsung.
"Dinamika di luar negeri cepat atau lambat akan terasa dalam kehidupan kita sehari-hari," pungkasnya, menekankan pentingnya kesiapan seluruh bangsa.
Artikel Terkait
Habib Rizieq Kritik Pandji Pragiwaksono: Jangan Lecehkan Salat di Stand-up Netflix
FPI Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi: Tuding Penistaan Agama di Stand Up Comedy Mens Rea
Viral Adu Jotos Guru vs Siswa SMKN 3 Tanjabtim: Kronologi Lengkap & Tindakan Disdik
Cara Menggunakan AI PPT Maker: Panduan Lengkap Konversi Teks ke Slide