Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Analisis Lengkap
Oleh: Erizal
Eggi Sudjana kini membalas Joko Widodo (Jokowi). Dengan tegas, ia membantah kabar bahwa dirinya adalah pihak yang lebih dulu mengajukan Restorative Justice (RJ) kepada Presiden Jokowi. Menurut Eggi, RJ adalah proses yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak, bukan keinginan sepihak darinya atau dari Jokowi.
Bantahan ini ditegaskannya setelah memperoleh Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya, tepat sebelum ia berangkat ke luar negeri. Penampilan Eggi dengan kacamata hitam dan topi koboi menarik perhatian publik. Ia juga terlihat membawa mobil mewah berwarna merah dalam sebuah video yang diduga direkam di Malaysia, memicu spekulasi tentang pesan yang ingin disampaikannya.
Melalui kuasa hukumnya, Elida Netti, Eggi merasa dikerjai oleh pihak Jokowi. Pertemuan yang dijanjikan rahasia justru bocor dengan cepat ke media, membuatnya merasa dipermalukan dan kesulitan memberikan penjelasan.
Analisis dari Sugi Nur Raharja atau Gus Nur tampaknya tepat. Ia menduga pertemuan di rumah Jokowi memang dirancang diam-diam, namun pihak Jokowi justru diuntungkan dengan membocorkannya. Penjelasan tujuan kedatangan Eggi pun menjadi simpang siur, bahkan menggunakan analogi Musa dan Harun yang menemui Firaun.
Manuver Eggi berlanjut dengan memecat hampir semua pengurus Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), seperti Rizal Fadillah, Azam Khan, dan Tri Kurnia. Namun, tindakan ini memicu reaksi karena nama Habib Rizieq Shihab sebagai pendiri dan penasihat disebut-sebut. Dinamika ini membuat Eggi dipandang sebagai "tukang olah yang diolah".
Target utama Eggi diduga kuat adalah terbitnya SP3. Setelah dokumen itu diperoleh, sikapnya seolah berubah. Ia bahkan memberikan pesan khusus kepada Roy Suryo untuk melanjutkan perjuangan sebelum terbang ke luar negeri.
Eggi pun tampak enggan mengakui bahwa ia meminta maaf, apalagi mengakui keaslian ijazah Jokowi seperti klaim para relawan. Ia tidak ingin terlihat sebagai pesakitan atau pecundang. Pertanyaan besar kini adalah apakah SP3 yang telah terbit dapat ditarik kembali? Sebagai pengacara senior, Eggi paham betul celah hukumnya. Setelah serangkaian peristiwa ini, statusnya sebagai pemenang atau bukan masih menjadi tanda tanya.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Menteri Pertahanan Jepang dan Sekjen NATO Sepakat Perdalam Kerja Sama, Picu Kekhawatiran Eskalasi Konfrontasi di Asia-Pasifik
Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bernuansa Politik, Bukan Hukum
Polisi Periksa Intensif 15 Orang Terkait Bentrokan di Menteng yang Tewaskan Satu Orang
Bentrokan Berdarah di Menteng Akibat Masalah Sarapan, Satu Tewas dan Delapan Diamankan