"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelasnya.
Koordinasi dengan Semua Pemangku Kepentingan
Proses koordinasi untuk menyelesaikan utang Whoosh melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danareksa, hingga PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Dibentuk Komite Nasional Kereta Cepat
Sebagai langkah konkret, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Tugas komite ini tidak hanya menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya.
Proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui dibangun dengan biaya mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank.
Artikel Terkait
Viral Video Guru Honorer Protes Gaji Rp400 Ribu, Disebut Kalah dari Sopir MBG yang Gajinya Rp3 Juta
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli Belasan Murid, Ini Kronologi dan Langkah Hukumnya
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: 28 Perusahaan Kena Sanksi Atas Pelanggaran Hutan
Kecelakaan Pesawat ATR di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tetap Berharap Mukjizat