Subsidi BBM & Listrik Pakai Face Recognition, Ini Tujuan dan Dampaknya

- Senin, 03 November 2025 | 17:40 WIB
Subsidi BBM & Listrik Pakai Face Recognition, Ini Tujuan dan Dampaknya

Subsidi BBM dan Listrik Bakal Gunakan Face Recognition, Ini Tujuannya

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengumumkan bahwa penyaluran subsidi BBM hingga listrik akan menggunakan teknologi face recognition. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Pengumpulan Data Biometrik untuk Subsidi

Pemerintah saat ini sedang melakukan penyesuaian dan pengumpulan data penerima subsidi menggunakan teknologi pengenalan wajah. Proses ini melibatkan kerjasama antara Kementerian Sosial, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Uji Coba Teknologi Face Recognition di Banyuwangi

Agus mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan percobaan penerapan sistem face recognition di Banyuwangi. Uji coba ini menjadi langkah awal implementasi teknologi biometrik dalam penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

Perluasan Penggunaan Face Recognition untuk Bansos

Teknologi face recognition tidak hanya akan digunakan untuk subsidi BBM dan listrik, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial lainnya. Mulai dari bantuan pangan hingga subsidi upah akan menggunakan sistem verifikasi biometrik ini.

Peningkatan Alokasi Anggaran Bantuan Sosial

Meskipun penyaluran subsidi diperketat dengan teknologi face recognition, Agus menegaskan bahwa alokasi bantuan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu justru meningkat secara kumulatif. Pemerintah juga berencana menambah anggaran untuk berbagai program sosial tahun depan.

Program Sosial yang Akan Diperluas

Beberapa program sosial yang akan mendapatkan peningkatan anggaran meliputi Sekolah Rakyat, bantuan sosial (bansos), program pemberdayaan masyarakat, dan berbagai inisiatif lainnya untuk mendukung masyarakat kurang mampu.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar