Klaim ini muncul ketika Rupiah tercatat melemah akibat kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan dinamika di Bank Indonesia.
Fondasi Ekonomi Dinilai Kuat
Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya sedang membaik, berlawanan arah dengan pelemahan nilai tukar yang terjadi.
"Yang penting adalah fondasi ekonomi kita arahnya berlawanan dengan nilai tukar pada saat ini. Jadi fondasi ekonomi membaik terus, sementara nilai tukar agak melemah," jelasnya.
Menurutnya, secara fundamental tidak ada alasan bagi Rupiah untuk melemah sedalam ini. Pernyataannya ini memantik diskusi publik mengenai koordinasi kebijakan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menstabilkan nilai Rupiah.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi: Akankah Kejaksaan P21 atau P19? Ini Analisis Lengkap
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Lombok Tengah: MTF Diduga Jadi Pelaku, 5 Santriwati Korban
Identitas Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Pangkep Diumumkan DVI Polri
Viral WNI Berhijab Jadi Tentara AS: Fakta dan Risiko Kehilangan Kewarganegaraan