Mahfud MD Puji Prabowo & Gerindra Tak Campuri OTT KPK: Analisis Sikap Antikorupsi

- Rabu, 21 Januari 2026 | 07:00 WIB
Mahfud MD Puji Prabowo & Gerindra Tak Campuri OTT KPK: Analisis Sikap Antikorupsi
Mahfud MD Respect ke Prabowo dan Gerindra: Tak Campuri OTT KPK | Analisis Politik

Mahfud MD Beri "Respect" ke Prabowo dan Gerindra yang Tak Campuri OTT KPK

Mahfud MD kembali melontarkan komentar yang mencuri perhatian publik. Dalam podcast Terus Terang, mantan Menko Polhukam itu memuji sikap Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya tidak ikut campur dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap dua bupati dari partai tersebut.

Pujian Mahfud MD untuk Sikap Non-Intervensi

Nada Mahfud santai, tapi isinya dinilai cukup menampar realitas politik yang sering dianggap penuh intervensi. Mahfud menyebut langkah Gerindra dan Presiden Prabowo sebagai sesuatu yang patut dihargai.

“Saya juga hormatlah pada Gerindra tidak ikut campur, Presiden juga tidak marah-marah. Ada bupatinya ditangkap dibiarkan saja kalau salah ambil saja,” ujarnya.

Menurutnya, sikap tidak rewel dari pihak partai maupun presiden justru menunjukkan komitmen antikorupsi. Ia menilai di banyak kasus, intervensi sering mempersulit kinerja penegak hukum. Namun kali ini, Mahfud menegaskan Gerindra justru membiarkan proses hukum berjalan apa adanya.

Langkah Politik yang Menguntungkan Gerindra

Pernyataan Mahfud berlanjut dengan sentilan halus. Ia mengatakan bahwa keputusan membiarkan kader yang ditangkap KPK adalah langkah politik yang justru bisa menguntungkan Gerindra.

“Ini kesempatan Gerindra menghimpun dukungan masyarakat. Biarin aja meskipun anak buah saya. Tidak ada urusan, ambil saja kalau korupsi,” ucapnya.

Potensi Intervensi yang Tidak Dilakukan

Mahfud juga menyinggung bahwa Presiden Prabowo bisa saja dengan mudah meminta penundaan, intervensi, atau setidaknya menyatakan keberatan atas OTT KPK. Tetapi itu tidak terjadi.

“Kalau mau dilindungi kan gampang saja presiden halangi,” katanya.

Komentar Mahfud MD ini langsung ramai dibahas di publik karena muncul di saat kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi tengah menjadi sorotan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar