Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT
Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang pribadi milik pramugari Esther Aprilita di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Penemuan ini menjadi petunjuk kunci pada hari keempat pencarian.
Detail Barang yang Ditemukan
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafii, mengonfirmasi bahwa barang-barang milik Esther ditemukan pada pencarian hari ketiga, Senin (19/1/2026). Barang yang berhasil diidentifikasi antara lain:
- Dompet
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Buku harian (diary book)
- Tablet komputer
- Dokumen Awak Kabin (AC Document)
Barang-barang tersebut telah dibawa ke posko utama untuk pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kondisi Pencarian dan Korban
Hingga laporan ini dibuat, Basarnas menyatakan baru dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari total 10 orang di dalam pesawat. Serpihan pesawat ditemukan tersebar hingga radius 700 meter dari titik insiden.
Meski demikian, tim SAR mengaku optimis karena kondisi jenazah yang telah ditemukan masih dalam keadaan utuh. Pencarian terus dilakukan dengan menembus medan berat Gunung Bulusaraung.
Pesan Terakhir dan Harapan Keluarga
Ayah Esther, Adi Saputra, mengenang komunikasi terakhir dengan putri sulungnya pada Jumat malam (16/1/2026), beberapa jam sebelum kecelakaan. Dalam pesan tersebut, Esther secara tiba-tiba meminta maaf, sebuah hal yang jarang dilakukannya.
Keluarga besar masih menunggu dengan harap di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Mereka menggambarkan Esther sebagai pramugari berpengalaman hampir 7 tahun, anak yang baik, perhatian, dan tidak banyak menuntut.
"Saya berharap mukjizat Tuhan masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat itu pasti masih ada," ujar Adi Saputra dengan penuh keyakinan.
Operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat IAT di Gunung Bulusaraung masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.
Artikel Terkait
Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah Usai Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual
Demonstrasi ‘Kaltim Darurat 214’ Mengkritik Dominasi Politik Dinasti Keluarga Mas’ud di Bumi Etam
Jusuf Kulla Laporkan Balik Abu Janda dan Ade Armando Usai Ceramahnya Dipelintir
Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Saya Saksi, Bukan Tersangka