Pemerintah Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh, AHY: "Kami Cari Solusi Terbaik"
PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia masih terus mengupayakan penyelesaian masalah restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk mencapai solusi yang optimal bagi semua pihak.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan hal tersebut usai bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Kami membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik," kata AHY.
AHY menegaskan bahwa pembahasan restrukturisasi keuangan Whoosh masih berlangsung. Pemerintah sengaja bersikap hati-hati agar keputusan yang diambil tidak merugikan pihak manapun, termasuk mengutamakan keamanan fiskal negara.
Presiden Prabowo Minta Penyelesaian Baik
AHY mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta agar persoalan restrukturisasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Pertimbangan ini juga didasari kinerja operasional KCJB yang dinilai positif, ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang.
"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," jelasnya.
Koordinasi dengan Semua Pemangku Kepentingan
Proses koordinasi untuk menyelesaikan utang Whoosh melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danareksa, hingga PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Dibentuk Komite Nasional Kereta Cepat
Sebagai langkah konkret, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Tugas komite ini tidak hanya menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya.
Proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui dibangun dengan biaya mencapai 7,2 miliar Dolar AS atau setara lebih dari Rp118 triliun. Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah dan Pertamina Transparan Soal Pasokan BBM di Tengah Antrean
Pengadilan Bebaskan Empat Aktivis, Tegaskan Hukum Pidana Bukan untuk Batasi Kebebasan Berpendapat
Dokter Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen
Pemerintah Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi Jika Harga Minyak Dunia Tekan APBN