PARADAPOS.COM - Seorang nenek berusia 72 tahun di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi korban dugaan pelecehan seksual setelah seorang pria menyelinap masuk ke rumahnya dengan modus menawarkan jasa meramal. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) itu terekam kamera pengawas dan kini tengah ditangani oleh Polres Bondowoso. Korban berinisial K, warga Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari, sementara terduga pelaku berinisial Z, warga Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari.
Kronologi Kejadian: Modus Ramal dan Tipu Muslihat
Kejadian bermula saat korban sedang berada seorang diri di dalam rumahnya. Pelaku datang dan meyakinkan korban bahwa dirinya adalah teman dekat dari anak korban. Dengan cara itu, kecurigaan korban perlahan-lahan mulai luntur.
Setelah berhasil masuk, pelaku menawarkan jasa meramal nasib. Ia memulai ritual palsu dengan memeriksa pusar korban, mengoleskan kapur, hingga melihat guratan di telapak tangan. Di tengah proses itu, pelaku bahkan sempat menakut-nakuti korban dengan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjadi orang kaya.
Suasana yang awalnya tampak seperti konsultasi biasa itu berubah drastis. Pelaku kemudian bertindak agresif. Ia menarik paksa tangan korban dan memaksanya untuk duduk di atas paha pelaku. Aksi bejat itu langsung menimbulkan trauma mendalam bagi korban yang sudah rentan secara fisik dan mental.
Rekaman CCTV dan Respons Kepolisian
Aksi nekat pelaku ternyata tidak luput dari pantauan kamera pengawas di sekitar lokasi. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pelaku keluar dari area rumah korban dengan santai. Ia bahkan sempat merokok sambil mengendarai sepeda motor, seolah tidak terjadi apa-apa.
Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Bondowoso. Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.
"Kami telah menerima laporan terkait dugaan aksi pelecehan ini. Pihak kepolisian akan segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait untuk melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman CCTV, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian," jelasnya pada Senin (15/6/2026).
Penyelidikan Lebih Lanjut
Hingga saat ini, aparat masih mendalami motif pelaku dan mengumpulkan alat bukti yang cukup. Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti kunci yang akan digunakan dalam proses hukum. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi untuk memperkuat konstruksi perkara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelompok rentan seperti lansia kerap menjadi sasaran kejahatan dengan modus yang beragam. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada orang asing yang datang dengan tawaran yang tidak masuk akal.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sekolah Larang Wali Murid Ungkap Keluhan Program Makan Bergizi Gratis ke Medsos
Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga Pertamax, Desak Pemerintah Stabilkan Rupiah dan Evaluasi Program Populis
Pesta Kecil Makin Diminati, Tuan Rumah Lebih Nikmati Percakapan daripada Keramaian
Mahasiswa Beri Tenggat 5x24 Jam ke Pemerintah, Ancang-Angang Aksi Berjilid Jika Tuntutan Tak Dipenuhi