Bocah Kristen Ikut Tarawih, Video Keakraban Anak Viral di TikTok

- Kamis, 26 Februari 2026 | 03:50 WIB
Bocah Kristen Ikut Tarawih, Video Keakraban Anak Viral di TikTok

PARADAPOS.COM - Seorang ayah di Indonesia tercengang sekaligus terhibur ketika mengetahui anaknya yang masih kecil dan beragama Kristen diam-diam pergi salat tarawih ke masjid selama tiga hari berturut-turut. Momen spontan yang terekam dalam video pendek itu viral di TikTok, ditonton lebih dari 16 juta kali, dan memicu beragam reaksi hangat dari warganet. Kisah ini menyoroti dinamika unik persahabatan anak-anak dan penerimaan dalam keberagaman di tengah suasana Ramadan.

Dialog Kocak Sang Ayah dan Bocah

Dalam video yang dibagikan sang ayah, terlihat si anak yang masih balita bersiap keluar rumah pada malam hari. Dengan polosnya, bocah itu mengenakan peci dan siap berangkat. Sang ayah, yang merekam kejadian itu, bertanya dengan nada penasaran.

"Mau ke mana?" tanya pria itu.
"Teraweh," jawab anaknya sambil membuka pintu dan memakai sandal.

Menyadari situasi yang tak biasa, ayahnya kemudian mengingatkan si kecil tentang latar belakang agama keluarga mereka. Namun, jawaban sang anak justru semakin mengundang tawa.

"Tapi kau Kristen," jelas ayahnya.

Tanpa ragu, bocah itu langsung menyerahkan pertanyaan tersebut kepada teman seperjalanannya, Adit, yang tampaknya menjadi 'penggagas' ide ini. Interaksi singkat mereka pun menjadi klimaks dari adegan lucu tersebut.

"Tanya Adit. Boleh kan, Dit?" bocah itu menegaskan. "Boleh," jawab Adit.

Respons Netizen dan Kisah Serupa

Video yang diunggah dengan caption "Eaan berulah" itu pun membanjiri kolom komentar. Banyak warganet terhibur dan membagikan pengalaman pribadi yang serupa, di mana anak-anak dengan latar belakang non-Muslim turut antusias merasakan atmosfer Ramadan. Salah satu komentar panjang bahkan menceritakan anaknya yang "tantrum" minta dibelikan baju koko dan peci, serta bersikeras untuk ikut puasa meski tanpa sahur.

Nama Adit, sang teman, menjadi buah bibir. Dengan humor, beberapa komentar menjulukinya sebagai "pemegang pintu surga" atau bahkan "titisan Simon Petrus". Candaan ini disambut dengan gelak tawa oleh sang ayah dalam balasan komentarnya. Reaksi-reaksi tersebut menunjukkan bagaimana momen ini ditanggapi dengan ringan dan penuh kehangatan, jauh dari nada provokatif.

Lebih Dari Sekadar Video Lucu

Fenomena "Ramadan core" seperti ini kerap muncul di media sosial, menggambarkan antusiasme yang meluas menyambut bulan suci, tidak terbatas pada umat Muslim saja. Dalam keseharian, banyak warga non-Muslim yang dengan sukarela ikut serta dalam tradisi Ramadan, seperti berburu takjil atau menghadiri buka puasa bersama. Mereka melakukannya sebagai bentuk kebersamaan dan rasa hormat terhadap tradisi tetangga atau teman.

Kisah bocah yang ikut tarawih ini, meski tampak sederhana dan menggemaskan, sejatinya merefleksikan sebuah mozaik indah dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menangkap momen di mana perbedaan tidak dilihat sebagai tembok pemisah, melainkan justru menjadi celah untuk saling mengenal dan berbagi kebahagiaan. Sikap sang ayah yang tidak melarang, tetapi mengamati dengan bijak dan humor, juga memberikan pelajaran tentang pentingnya memberikan ruang bagi keingintahuan anak dan nilai-nilai toleransi yang dipraktikkan sejak dini.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar