Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Posong Temanggung

- Minggu, 31 Mei 2026 | 05:25 WIB
Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Posong Temanggung

PARADAPOS.COM - Polres Temanggung masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan penyebab tewasnya satu keluarga saat berkemah di kawasan Posong, Kledung, Jawa Tengah. Hingga saat ini, penyidik belum mendapatkan perkembangan baru dan tetap pada dugaan awal bahwa kematian Ali Munawar sekeluarga dipicu oleh paparan gas beracun. Dua sumber gas yang dicurigai adalah pembakaran arang briket untuk penghangat dan pembakaran barbeque di dalam tenda.

Proses penyelidikan kasus yang menggemparkan warga Temanggung ini masih berjalan di tempat. Polisi mengaku belum menemukan petunjuk baru selain hasil pemeriksaan awal yang mengarah pada keracunan gas.

Dugaan Kuat Keracunan Gas Karbon Monoksida

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menyatakan bahwa keyakinan pihaknya belum bergeser. "Dugaannya masih tetap, karena belum ada perkembangan sampai sekarang. Hal yang ditunggu sekarang hanya hasil dari Labfor," ujarnya kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan bahwa hasil resmi dari laboratorium forensik dan Biddokkes masih dinanti. "Kalau sudah ada hasil dari Labfor dan Biddokkes secara resmi, walaupun secara nonresmi pun pasti kita terima, cuman belum ada," katanya.

Menurut Komang, kesimpulan awal soal keracunan gas bukan sekadar asumsi sepihak. "Ini kan dokter langsung bilang, ini bukan dugaan saya. Hasil pemeriksaan kemarin, kan saya sudah bilang kan apa autopsi itu sudah bilang bahwa ini kemungkinannya itu dari makanan atau dari gas," jelasnya.

Ia merinci lebih lanjut sumber gas yang dimaksud. "Gas itu gas apa? Ternyata gas pembakaran. Dan gas pembakaran itu pembakaran apa? Ternyata ada dua, pembakaran arang untuk yang penghangat itu dan pembakaran masakan. Jadi dua itu," ungkapnya.

Proses Olah TKP dan Sifat Gas yang Tak Terlihat

Menariknya, saat tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mereka sama sekali tidak mencium aroma gas. Hal ini wajar mengingat sifat gas karbon monoksida yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.

"Seandainya pun ada, itu tidak bisa diketahui kasat mata, nggak bisa. Karena setelah dibuka sedikit pintu (tenda) itu, ketika kita olah TKP itu pasti oksigen sudah masuk langsung," jelas Komang.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proses ventilasi alami terjadi begitu pintu tenda dibuka oleh petugas. Oksigen yang masuk langsung mengencerkan sisa gas, membuatnya mustahil dideteksi tanpa alat khusus.

Polisi memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap para korban baru akan keluar dalam rentang waktu lima hari hingga satu minggu ke depan. Selama masa penantian itu, penyidik terus berkoordinasi dengan tim dokter dan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti tragedi kemping yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar