PARADAPOS.COM - Sebuah video yang merekam baling-baling pesawat Wings Air jenis ATR 72-600 yang diikat menggunakan kabel ties (cable ties) viral di media sosial, memicu kekhawatiran publik. Video tersebut diunggah oleh peselancar asal Australia, Joel Scott, melalui akun Instagram @js35 pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam rekaman yang diambil di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terlihat baling-baling pesawat yang hendak terbang menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin di Sumbawa Barat itu tampak memiliki beberapa lekukan seperti bekas tambalan, selain adanya kabel ties yang menahan bagian tertentu. Menanggapi hal ini, pihak Wings Air melalui Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro, buka suara dan memastikan bahwa komponen tersebut bukanlah indikasi kerusakan, melainkan bagian dari prosedur perawatan yang diatur pabrikan.
Viral di Media Sosial, Peselancar Australia Rekam Kejanggalan
Momen yang terekam oleh Joel Scott sontak menyita perhatian warganet. Dalam unggahannya, ia menuliskan kekagetan dengan kalimat, "INI GILA!!! Pengikat kabel menahan properti ini agar tetap menyatu." Unggahan itu pun langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Banyak yang mempertanyakan kelayakan terbang pesawat dengan kondisi seperti itu, terutama karena baling-baling merupakan komponen vital dalam penerbangan.
Penjelasan Resmi Wings Air: Bukan Kerusakan, tapi Prosedur Perawatan
Menjawab keresahan publik, Danang Mandala Prihantoro memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa apa yang terlihat dalam video bukanlah tanda kerusakan struktural. "Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung (deicer) yang mengalami sedikit perubahan posisi," ucapnya dalam keterangan resmi pada Minggu, 31 Mei 2026.
Lapisan pelindung atau deicer tersebut, lanjut Danang, berfungsi untuk melindungi baling-baling dalam kondisi operasional tertentu, seperti saat terbang di ketinggian dengan suhu ekstrem. Ia memastikan bahwa kabel ties yang terlihat bukanlah bagian dari struktur utama yang menghasilkan daya dorong pesawat. Dengan kata lain, pengikat tersebut tidak memengaruhi kinerja mesin secara langsung.
Danang menjelaskan lebih lanjut bahwa prosedur pengamanan semacam ini sudah diatur secara ketat oleh pabrikan pesawat dalam Aircraft Maintenance Manual. Tindakan tersebut hanya boleh dilakukan oleh teknisi berlisensi yang memiliki wewenang dan mengikuti pedoman perawatan yang berlaku. "Setelah pemasangan, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal serta tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan," terangnya.
Menurut Danang, penggunaan kabel ties mungkin terlihat tidak lazim bagi masyarakat awam yang kerap menggunakannya sebagai alat pengikat sehari-hari. Namun, dalam dunia penerbangan, hal ini merupakan bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan, dilakukan secara terukur, dan melalui proses pemeriksaan serta verifikasi yang ketat. "Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama Wings Air. Setiap pesawat menjalani program perawatan secara terjadwal maupun tidak terjadwal sesuai standar yang ditetapkan pabrikan, regulator, dan industri penerbangan," kata Danang.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pesawat telah melewati pemeriksaan rutin sebelum keberangkatan (preflight check), saat transit, serta pada tahapan operasional lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pesawat selalu berada dalam kondisi laik terbang dan aman dioperasikan.
Pesawat Diperiksa Lebih Lanjut Usai Viral
Meski telah memberikan penjelasan, pihak Wings Air tidak tinggal diam. Danang menyampaikan bahwa saat ini pesawat ATR 72-600 yang menjadi sorotan tengah menjalani tahapan pemeriksaan dan pemeliharaan lanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari proses verifikasi teknis untuk memastikan setiap pesawat memenuhi seluruh persyaratan pemeliharaan, kelaikudaraan, keselamatan, dan prosedur pengoperasian sebelum kembali melayani penerbangan.
"Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelaikudaraan. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap atas Dugaan Cabuli Santriwati hingga Hamil
PDIP Desak Pemerintah Transparan soal Tiga Kali Kunjungan Prabowo ke Prancis dalam Lima Bulan
Polisi Masih Tunggu Hasil Labfor untuk Pastikan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Posong Temanggung
Polisi Tangkap Pasutri Pemilik Wedding Organizer Marwah yang Diduga Tipu Calon Pengantin