Wuling Eksion Siap Rilis 22 April 2026, Tawarkan Opsi EV dan PHEV

- Sabtu, 18 April 2026 | 06:25 WIB
Wuling Eksion Siap Rilis 22 April 2026, Tawarkan Opsi EV dan PHEV

PARADAPOS.COM - Wuling Motors secara resmi akan meluncurkan SUV terbarunya, Wuling Eksion, pada 22 April 2026 mendatang. Mobil ini menandai tonggak penting bagi pabrikan asal Tiongkok itu dengan menghadirkan dua pilihan teknologi ramah lingkungan dalam satu model: listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Sejumlah jurnalis telah mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung purwarupa kendaraan ini dalam sebuah sesi pra-peluncuran di Jakarta Selatan, memberikan gambaran awal tentang penawaran Wuling di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.

Strategi Baru dengan Dua Pilihan Tenaga

Kehadiran Eksion bukan sekadar penambahan varian baru, melainkan sebuah strategi untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen. Dengan menawarkan opsi EV dan PHEV dalam satu paket, Wuling tampak memahami beragamnya kebutuhan mobilitas serta infrastruktur pengisian daya di Indonesia.

Product Planning Wuling Motors, Aji Ibrahim, menegaskan posisi unik kendaraan ini di pasar. "Kehadiran mobil ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan mobilitas," jelasnya. Ia menambahkan, "Eksion juga menjadi produk kedua Wuling di Indonesia yang mengaplikasikan platform terbaru, yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kenyamanan."

Dimensi dan Kesan Pertama: Kokoh dan Spasial

Secara fisik, Wuling Eksion menampilkan sosok SUV berukuran besar dengan dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) yang mencapai 2.810 mm menjanjikan ruang kabin yang lapang untuk konfigurasi tujuh penumpang. Untuk menopang bodinya yang besar, Wuling memasang suspensi McPherson di depan dan multi-link independen di belakang, sebuah kombinasi yang umumnya ditujukan untuk menyaring ketidakrataan jalan sekaligus menjaga stabilitas.

Desain eksteriornya mengusung bahasa visual yang tegas. Varian PHEV dibedakan dengan honeycomb grille, sementara semua varian mendapatkan lampu utama otomatis berbentuk X dan lampu belakang dengan tema desain serupa, menciptakan identitas yang konsisten dan mudah dikenali.

Interior yang Berusaha Mewah dan Fungsional

Begitu memasuki kabin, nuansa yang ingin dibangun adalah kesan premium. Wuling memadukan warna walnut brown dan carbon black pada material interior. Beberapa fitur penyokong kenyamanan seperti ventilated seat, electric seat adjustment, dan panoramic sunroof turut disematkan.

Area dashboard didominasi oleh layar sentuh kontrol berukuran 12,8 inci dan instrumen cluster digital 8,8 inci. Material soft touch dan setir kulit dengan tombol multifungsi melengkapi penyajiannya. Dari sisi kepraktisan, kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata untuk membentuk area bagasi yang sangat luas, mencapai 1.788 liter, dengan bantuan electric power tailgate untuk memudahkan akses.

Performa dan Jarak Tempuh: Klaim Pabrikan

Pada sisi yang paling dinantikan, yaitu performa, kedua varian menawarkan proposisi yang berbeda. Varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 1.5L hybrid dengan motor listrik. Klaim tenaga yang dihasilkan adalah 105 hp dan torsi 130 Nm dari mesin, ditambah 195 hp dan 230 Nm dari motor listrik. Baterai berkapasitas 20,5 kWh diklaim mampu mendukung jarak tempuh total lebih dari 1.000 kilometer.

Sementara itu, varian EV murni mengandalkan paket baterai yang lebih besar, 69,2 kWh, dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer sekali pengisian penuh. Tenaga yang dihasilkan mencapai 150 kW (sekitar 201 hp) dengan torsi 310 Nm. Kendaraan ini juga telah mendukung pengisian cepat DC dengan standar CCS2.

Menunggu Pengumuman Harga

Meski spesifikasi dan fitur telah mulai terungkap, satu informasi krusial masih ditutup rapat: harga. Wuling Motors memutuskan untuk mengumumkan angka pastinya pada acara peluncuran resmi tanggal 22 April 2026 nanti. Pengumuman harga ini nantinya akan menjadi penentu seberapa kompetitif posisi Wuling Eksion dalam persaingan sengit SUV elektrifikasi di Indonesia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar