Dokter kecantikan Richard Lee mendadak meminta Polda Metro Jaya untuk memeriksa aliran dana yang masuk ke rekening enam oknum yang diduga telah melakukan kejahatan pidana.
Menurut Richard Lee, enam oknum tersebut telah melakukan kejahatan beramai-ramai. Diduga, kejahatan yang dimaksud berkaitan dengan pemerasan, kasus yang baru-baru menjerat Nikita Mirzani dan asistennya, Mail Syahputra.
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Richard Lee menandai enam akun Instagram, yang salah satunya milik Polda Metro Jaya.
Dokter asal Palembang, Sumatera Selatan, itu menyebut Dokter Suneo, dokter kecantikan Ika Dricha, dokter Nanang Masrani pemilik klinik Gloskin, konsltan bisnis Verra Oktavianti, Deka Hartono serta pemilik akun Halo Konsumen.
"Ada suatu kejahatan yang dilakukan beramai-ramai? Mari kita buat terang benderang," tulis Richard Lee pada Kamis (6/3/2025).
Pemilik klinik kecantikan Athena itu menambahkan, "Buat bapak penyidik @poldametrojaya, tolong dibantu cek juga aliran dana ke @nmasranimd_gloskin, @dekahartono, @dr.ika_dricha, @doktersuneoreal @theverraoktavianti, satu lagi halokonsumen."
Richard Lee sebut ada oknum pemerasan yang belum diperiksa (Instagram)
Dalam slide yang lainnya, Richard Lee pun menantang orang-orang yang akunnya ditandainya itu untuk ikut bersuara soal kasus pemerasan berkedok review skincare.
"Mana kemarin yang paling lantam? Kok jadi diem? Kenapa kira-kira? Kalo semua terungkap saya pastikan kalian ikut diperiksa," janjinya.
Richard Lee juga langsung menegur pemilik akun Halo Konsumen, "Satu lagi halokonsumen yang pura-pura di sisi konsumen, padahal bantu pemerasan?"
Rupanya, modus para oknum tersebut adalah pura-pura memberi edukasi supaya masyarakat tidak membeli produk skincare bermasalah.
Bila image sudah terbangun dan owner skincare terpancing, mereka akan melakukan aksinya dengan meminta uang tutup mulut.
"Jobdesc mereka microinfluenser; pura-pura kasi edukasi u gak beli produk yang bermasalah, parodiin yang jelek-jelek biar pimpinan regu bekerja lebih mudah dan tim yang minta uang cepet cair," pungkasnya.
Sumber: suara
foto: Richard Lee bongkar oknum pemerasan yang belum diperiksa (Instagram)
Artikel Terkait
Investor Unggul Metro Timur Indonusa Suntik Dana ke Otto Media Grup untuk Dukung Branding Startup
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran