Mahasiswa STIK-PTIK Bagikan Hidangan Meugang kepada Penyintas Bencana di Aceh Utara

- Selasa, 17 Februari 2026 | 19:50 WIB
Mahasiswa STIK-PTIK Bagikan Hidangan Meugang kepada Penyintas Bencana di Aceh Utara

PARADAPOS.COM - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Angkatan 83 Widya Parama Satwika membagikan hidangan daging Meugang kepada penyintas bencana di Aceh Utara, Selasa (17/2). Tradisi tahunan jelang Ramadhan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat yang terdampak musibah di Desa Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan.

Mengenal Tradisi Meugang

Meugang merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang telah berlangsung turun-temurun. Beberapa hari sebelum bulan Ramadhan tiba, keluarga berkumpul untuk menyantap olahan daging bersama-sama. Tradisi ini bukan sekadar urusan kuliner, melainkan simbol syukur, silaturahmi, dan persiapan menyambut bulan suci. Kehadiran para taruna kepolisian dalam melestarikan tradisi ini di daerah terdampak bencana memberikan makna sosial yang lebih dalam.

Solidaritas di Tengah Pemulihan

Lokasi kegiatan, yaitu Desa Krueng Lingka, menambah dimensi lain dari acara ini. Sebagai daerah yang baru saja dilanda bencana, kebutuhan masyarakat akan dukungan psikologis dan sosial sangat besar. Kegiatan makan bersama seperti Meugang dapat mengembalikan sedikit rasa normalitas dan kehangatan di tengah proses pemulihan yang mereka jalani.

Inisiatif mahasiswa STIK-PTIK ini menunjukkan pendekatan yang memahami konteks lokal. "Kegiatan ini merupakan wujud bakti kami kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, khususnya di saat-saat seperti ini," tutur salah seorang perwakilan mahasiswa.

Membangun Hubungan Polisi-Masyarakat

Di balik hidangan daging yang dibagikan, terselip nilai strategis dalam membina hubungan antara institusi kepolisian dan warga. Interaksi yang hangat dan langsung di lapangan seperti ini membantu membangun kepercayaan dan citra polisi yang dekat dengan rakyat. Para taruna, yang merupakan calon pemimpin di tubuh Polri, mendapatkan pelajaran berharga tentang empati dan pelayanan nyata di masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan Meugang ini berhasil memadukan pelestarian budaya, bantuan sosial, dan pendidikan karakter calon perwira polisi dalam satu momen yang bermakna. Langkah nyata semacam ini sering kali lebih berdampak dan diingat masyarakat daripada program-program yang bersifat formal.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar